YAKIN, BUTENANG!

Yakin tuh apa sih? Yaporan Kinerja?Yee… plesetan…

Kata “yakin” kalau disimpulkan dari arti katanya dalam KBBI adalah sebuah keadaan (diri) yang tahu, mengerti, dan sungguh-sungguh. Pokoknya kalau dengar orang sudah bilang:  “Yakin deh…!” spontan tuh berdesir rasa nyaman karena tumbuh rasa percaya that everything’s gonna be alright.

Kalau Butenang? Bukan temannya Bu Tedjo loh ya…

Butenang itu singkatan “ibu-ibu tentram penuh kasih sayang”, Yah kan… plesetan lagi…

Pelajaran Butenang

Ada secuil pengalaman hidup yang membekas dalam hatiku, tentang ibu yang selalu tampak sabar dan tegar dalam segala keadaan. Tapi (ternyata) sesungguhnya dia pun merasakan yang namanya gusar dan lemah hati.

Ketika itu,  aku mengalami kondisi drop saat dirawat di rumah sakit, nyaris hilang separuh kesadaranku. Aku sempat terserang halusinasi seperti sedang berada di tempat yang bukan bumi. Aku tidak pingsan, tapi siuman dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar. Bahkan dalam ketidakberdayaan itu, aku ingat sempat memuji dalam hati betapa ibu begitu tenang, sabar dan tegar akan kondisiku. Meski dalam sorot matanya ia begitu resah, namun dilarutkannya bersama bacaan Surah Yassin bersama para kerabat yang ada dalam ruangan serba putih itu.

Selang waktu berlalu, (ternyata) pengalaman itu tanpa kusadari menulariku. Saat mendampingi semata wayang yang begitu berapi ambisinya meraih kampus impiannya. Bergulat dengan segala rupa tes, bermunajat habis-habisan tak kenal siang ataupun malam. Sebagai ibu, aku didera resah apa jadinya jika cita-citanya tidak sampai. Namun kupilih melarut dalam doa, memohon ketenangan hati menghadapi debaran hati. Sesekali kusampaikan kalimat-kalimat penguat untuk mendampingi perjuangan semata wayangku, dan kalimat-kalimat pengingat bahwa ada Yang Maha Kuasa menetapkan segalanya.

Makna dari kedua pengalaman di atas adalah tentang bagaimana peran kasih ibu dalam mentransfer energi positif pada orang terdekat, yakni anak-anaknya. Ketenangan diri adalah kunci yang membentangkan rasa keyakinan dalam setiap tindakan yang diambil, karena diri terpelihara dari perasaan grusa-grusu atau diperdaya hawa nafsu.

Ketenangan diri berawal dari ketentraman, dimana ketentraman hati ini sebagai hasil dari rasa mengasihi dan karena tumbuh dengan dikasih sayangi.

Bagaimana membentuk keyakinan?

Setidaknya ada 3 hal pembentuk rasa yakin, yakni percaya kehadiran Tuhan, memahami keadaan/persoalan dan percaya diri dengan ikhtiar yang dilakukan. Berikut sekilas jabarannya,

Percaya kehadiran Tuhan

Jika Tuhan selalu tinggal di hatimu, ketakutan atau kekhawatiran apalagi yang mampir di hidupmu? Yes, pupuk keyakinan bahwa Tuhanmu Maha Pengasih dan Penyayang jika kamu memohon dengan baik kepada-Nya.

Ibu, doamu adalah salah satu yang paling didengar Tuhanmu, maka bermunajatlah dalam setiap kesulitanmu.

Paham pada keadaan/persoalan

Jangan hanya meneguk gundah, tapi pahami apa permasalahan yang menjadi alasan hadirnya perasaan resah. Ibu-ibu baik pantang lemah. Jangan mudah cemas dan galau tak terarah.

Di sifat keibuanmu itu tersimpan bekal bagi anak-anak hebat dan suami sukses dunia-akhirat. Insyaa Allah…

Percaya diri dengan ikhtiar

Jangan percaya diri tanpa ikhtiar, bisa membuat diri jadi sombong. Juga jangan berikhtiar tetapi tidak percaya diri, percuma. Jadi, percaya diri dan ikhtiar adalah kunci untuk meraih solusi dari setiap persoalan.

Pilih keduanya menjadi obor perjuanganmu, ibu!

 ak/25 November 2020

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..

Open chat