“Sukseskan Program Kampus Mengajar Tahap 2, 465 Mahasiswa siap dampingi 75 SD-SMP di Provinsi DKI Jakarta”
Oktora Melansari, S.Sos, MA

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia, dalam beberapa tahun ke depan Kemendikbud akan mendorong hadirnya Kampus Mengajar (KM) yang merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM), yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Kehadiran program PKM dan KM 1 telah dirasakan manfaatnya di berbagai Sekolah Dasar di seluruh wilayah Indonesia, oleh karenanya Kemendikbudristek kembali meluncurkan Kampus Mengajar Angkatan 2 Tahun 2021. LPMP Provinsi DKI Jakarta sebagai UPT Kemdikbud bertanggung jawab mengawal pelaksanaan Kampus Mengajar di sekolah sehingga program ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, pada tanggal 21 dan 24 Agustus serta 2 Oktober 2021 dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Program Kampus Mengajar (PKM) Tahap 2 secara daring dengan sasaran 465 mahasiswa peserta PKM Tahap 2.

Program Kampus Mengajar merupakan transformasi dari Program Kampus Mengajar Perintis yang bertujuan untuk memberikan solusi bagi Sekolah yang terdampak pandemi dengan memberdayakan para mahasiswa yang berdomisili di sekitar wilayah sekolah untuk membantu para guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Program ini ditujukan untuk membantu peningkatan kualitas pembelajaran di pendidikan dasar. Mahasiswa akan ditempatkan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia dalam membantu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Tahun 2021 akan berfokus pada peningkatan kemampuan numerasi dan literasi pada pendidikan dasar. Konteks ini semakin kuat mengingat kondisi literasi dan numerasi Indonesia yang masih rendah seiring upaya peningkatan literasi dan numerasi sebagai salah satu agenda prioritas nasional. Program Kampus Mengajar membuka ruang bagi mahasiswa untuk bisa mendarmabaktikan kecakapan serta ilmu pengetahuan mereka dalam membantu siswa SD dan SMP tersebut. Program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan passion, semangat, dan keinginan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa diharapkan menjadi inspirasi bagi para siswa SD dan SMP untuk memperluas cita-cita serta wawasan mereka. Dalam hal ini, secara tidak langsung akan terjadi peningkatan capaian standar pendidikan bagi anak-anak SD dan SMP, yang semula dari 3 capaian pendidikan minimal hanya sampai jenjang pendidikan menengah berubah menjadi jenjang perguruan tinggi.

Dalam arahannya pada pembukaan kegiatan, Koordinator Fungsi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kerjasama, Widyatmo M.Pd menyampaikan bahwa mahasiswa harus tanggap dengan perkembangan dunia pendidikan termasuk ANBK yang akan diadakan pertama kali di tahun 2021 ini. Banyak ide dan gagasan yang perlu disampaikan terkait inovasi pembelajaran PJJ maupun blended learning, agar keberadaan mahasiswa benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah tersebut.

Pada hari pertama, Sabtu, 21 Agustus 2021 materi disampaikan oleh Drs. Dadan Supriyatna, M.Pd (Widyaprada Ahli Madya) terkait Mitigasi Resiko PTM dan PHBS serta rencana program mahasiswa selama 9 sd 10 minggu di sekolah dan kehidupan sosial mahasiswa. Dilanjutkan dengan materi Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah oleh Dr. Parjuangan Lubis, MM (Pengawas SMA Kota Jakarta Selatan).

Di hari kedua, Selasa, 24 Agustus 2021 materi tentang Pembelajaran kreatif Berbasis Literasi dan Numerasi disampaikan oleh Heni Mulyani, M.Si, Coaching dan Bimbingan Psiko Edukatif oleh Drs. Dadan Supriyatna, M.Pd serta Pembelajaran Berbasis Proyek STEAM oleh Dr. Parjuangan Lubis, MM. Paparan materi disampaikan oleh para narasumber dengan sangat jelas dan rinci kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Di akhir sesi Heni Mulyani, M.Si memberikan penjelasan terkait tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh para peserta dan akan dikumpulkan serta dipresentasikan pada akhir pertemuan, 2 Oktober 2021.

Hari terakhir kegiatan diisi dengan pengumulan dan penyajian tugas mandiri yang telah dikerjakan para mahasiswa secara berkelompok berdasarkan tempat tugasnya masing-masing. Beberapa video tayangan persembahan para mahasiswa disajikan begitu menarik dan sangat kreatif. Salah satunya dari para mahasiswa yang bertugas di SMPN 57 Jakarta, selain menyajikan tayangan video pengalaman bertugas juga presentasi terkait aplikasi pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut.

Dengan diadakannya kegiatan Bimtek PKM Tahap 2 ini diharapkan para peserta mampu menjawab tantangan untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya di sekolah tempatnya bertugas sehingga Program Kampus Mengajar yang dicanangkan pemerintah benar-benar berjalan sukses sesuai dengan harapan bersama.

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..

Open chat