Puisi Modern

Notifikasi 11.45

Kutunda membalas salam
Dan sepatah ucapan maafmu
Hati kita sudah gaduh
Jangan lagi riuh dan sumbang
Dalam genggam
Diantara jarak
Beradu memecah abu-abu

Lalu mentari tenggelam, menidurkan siang
Menyelimuti ranjang dunia fana
Secangkir air panas telah diseduh romansa
Kuraih pintu malam untuk membalas sapa
Menuliskan setangkup rasa
Menyatukan frekuensi di menara kita
Kuketuk beribu kali sinyalmu
Kuremuk tersungkur seketika putus koneksiku

Notifikasi pukul 11.45 tadi siang
Menuntaskan antologi tiga puluh tahun kita
Karena janji telah menepati definisinya
Seperti senja setia mengukir patahan rasa

Di tepi pembaringanmu
Meramu tegarku
Memeluk takdirmu
Melantunkan apologia terakhirku

Tak bersama lagi ruh dan ragamu
Rapuh seluruh tulangku
Tak berdaya
Tak percaya

-Milad Birru-  in memoriam 16102019

Memahami Puisi Modern

‘Notifikasi 11.45’ ini adalah sebuah contoh puisi modern. Mempelajari sejarah sastra puisi, puisi modern adalah puisi yang tidak terikat pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya. Jauh berbeda dengan karya puisi lama, yang mengikat pada aturan rima, baris dan baitnya. Namun di kedua jenis puisi tersebut memiliki struktur yang sama, yakni memiliki tema, rasa, nada dan tujuan. Stora24 menjabarkan singkat keempat unsur tersebut sebagai berikut:

  • Tema
    Sependek apapun puisi/sajak yang kita buat, pastinya memiliki tema dalam rangkaian lariknya, bisa tentang Tuhan, cinta hingga politik dan perang;
  • Rasa
    Mengusung rasa dalam puisi/sajak adalah memberi efek baca seperti perasaan melankolis, optimis, ataupun sinis;
  • Nada
    Terciptanya nada dalam puisi/sajak dibentuk dari pilihan diksi/kata;
  • Tujuan
    Beragam maksud dan tujuan dari penulisan puisi, antara lain sebagai ungkapan hati, sindiran/protes, atau memperkaya khasanah sastra.

Selain memahami struktur dalam tubuh puisi/sajak, menulis puisi indah memerlukan kepekaan dalam membuat gaya ungkap yang dapat dibentuk dari penggunaan majas personifikasi, metafora, hiperbola atau asosiasi. Flashback lagi nih sama pelajaran Bahasa Indonesia waktu sekolah ya…

Ada satu hal yang jangan tertinggal dalam menulis puisi yaitu penulisan titimangsa di baris terakhir puisi. Titimangsa adalah tempat dan tanggal kapan puisi dibuat.

Berikut contoh puisi modern lainnya, bertema pendidikan:

Derap Seribu Debu

Anti Kesuma

Lembaran buku alam berkalam,
Angin dan awan mengajari
Menjadi sejoli yang menjatuhkan hujan
Hujan bulan April yang menerbangkan gersang
Membasahi tetanaman akal yang merajuk tumbuh
Buku-buku kehidupan bertanya,
Adakah jiwa yang berkawan pelita
Menakar cawan mengurai elektrolit mineral
Tuk basuh dahaga tubuh yang rapuh
Merapuh dalam gigirnya arogansi logika

Wahai ia yang menjejal ilmu,
Adakah literatur dan eksperimen mengiringi geliat otakmu
Menerangi ruang bumi yang terhalang tanya diri
Merobek tabir gelap menjadi merdeka hidup yang gemerlap

Tak ada yang lebih hambar dari kehampaan ijazah
Ketika ilmu digelandang untuk sebuah toga dan strata
Ia bersemu arah…
Hilang rasa dicecap, tak tertulis dalam labuhan aksara
Ia meriang pecah…

Derap seribu debu yang tak pernah jadi batu,
Begitulah ilmu yang bercerai dari ruhnya
Tak bentukkan mutiara manfaat…
Menjadikan tukang obat, cendekia dan pemuka
Tak lerai dalam debat…

Wahai ia yang menjejal ilmu,
Biar terangmu tak sehingar mentari gurun sahara
Tapi pasti seperti geometri yang menghitung bangun dan ruang
Dan seperti filsafat yang menjabarkan ideologi dan teori

Lembaran buku alam berkalam,
Intelektual dan spiritual mengajari
Menjadi sejoli yang membaguskan bijaksana
Memetik hikmah serenade hidup hari kemarin
Tuk bekali drama hidup esok hari

Dalam kumpulan aksara yang tak sama
Bijaksana, menulis cita dan cinta utuh selayaknya

Bekasi, 12042020

Corat-coret bikin puisi yuk, jika berminat untuk tahu lebih banyak tentang menulis puisi modern, colek aja Stora24. Happily sharing, friends.

ak/23 September 2020

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..

Open chat