Stora 24: Kala-Kala

 

Hidup…

Kala-kala hepi

Kala-kala sepi

Kala-kala lebih

Kala-kala perih

Begitulah warnanya hidup. Kala hari cerah, takdir serasa mewah. Manakala mendung, hati sering jadi pundung. Manusia oh manusia, maunya yang enak-enak saja…

Mau pendapatan besar, tapi enggan maksimal berupaya

Mau tampil pintar, tapi ngga cukup asupan baca

Mau dibilang dermawan, malah kebanyakan pencitraan

Mari kita saling mengingatkan, sejatinya hidup hanyalah sementara, mampir ngopi nunggu antrian mati. Maka bijaknya, manfaatkanlah waktu yang sebentar ini untuk melakukan hal-hal yang berarti. Meskipun kecil, sekalipun receh, itu jauh lebih berarti daripada menyia-nyiakan potensi diri yang Tuhan beri.

STORA kali ini mau sharing tentang mengolah tebangan batang pohon. Ide kreatif ini amatlah sederhana, muncul kala pandemi melanda, ketika kita semua ‘dipulangkan’ ke rumah masing-masing agar tetap bertahan sehat dalam lingkungan yang lebih aman dari serangan wabah Virus Corona.

Panduan ini mungkin bermanfaat bagi teman-teman STORA yang memiliki tanaman besar, yakni pohon-pohon tinggi yang ditanam untuk meneduhkan halaman depan atau halaman belakang rumahnya. Secara berkala, biasanya pohon-pohon besar ini perlu dipangkas agar tetap tampak rapi. Yes, tebangan dahan dan rantingnya jangan dibuang dulu. Ini cukup keren untuk disulap menjadi pajangan/dekorasi ruangan rumah kita. Caranya?

Proses penyulapan dahan dan ranting ini sangatlah mudah dan ekonomis. Pertama, dahan dan ranting yang hasil tebangan ditelentangkan di bawah panas sinar matahari yang kerontang. Prinsip proses ini seperti mesin oven yang mengeringkan adonan roti. Penjemuran ini dilakukan hingga kulit yang melekat di dahan dan ranting mudah dikelupas dengan pisau. Waktu penjemuran kurang lebih 10 hari, tergantung tingkat keganasan cahaya matahari yang memancar. Jika sepanas gurun sahara, bisa jadi 5-7 hari saja dahan dan ranting sudah merekah kulit batangnya. Penjemuran ini bermaksud untuk menghilangkan kandungan air di dalam batang dahan dan ranting yang dapat menyebabkan lapuk atau berjamur kala batang-batang ini diolah menjadi pajangan/dekorasi.

Kedua, dahan dan ranting yang sudah kering dan dikelupas kulitnya hingga bersih dengan pisau, kemudian dilakukan faceapp, mempercantik tampilannya dengan mengulaskan cat pernis atau plitur. Hampir setiap produk dari kayu, biasanya dilapisi pernis kayu atau plitur yang bertujuan agar tampak lebih indah dan mengkilap.

Sedikit Mengulas tentang Pernis dan Plitur

Tak jarang banyak orang menganggap pernis kayu dan plitur adalah hal yang sama, padahal bahan pembuatnya dan hasil aplikasinya sangat berbeda. Pernis kayu dapat digunakan tanpa campuran apapun, cukup mengoleskannya dengan kuas maka bidang kayu yang diolesi akan langsung tertutupi hingga tampak mengkilap. Sedangkan plitur harus terlebih dahulu dicampur dengan bahan pelarut yakni thinner untuk membuat plitur lebih encer sehingga bisa diaplikasikan pada bidang kayu yang akan diolesi.

Untuk hasil aplikasi, penggunaan pernis kayu tidak akan memberikan warna pada bidang yang dioleskan. Pernis kayu hanya akan membuat bidang kayu tersebut tampak lebih mengkilap. Tidak berubahnya warna pada permukaan kayu membuat warna kayu dan serat-seratnya tampak jelas sehingga terlihat lebih alami. Berbeda halnya dengan penggunaan plitur yang justru memberikan warna untuk bidang atau permukaan kayu yang dioleskan. Warnanya antara cokelat, kuning, bahkan keemasan. Warna tersebut membuat permukaan kayu menjadi kurang terlihat alami. Akan tetapi, penggunaan plitur bisa menjadi solusi untuk bahan kayu yang warnanya tidak merata.

Ketiga, penjemuran pasca mengulas cat pernis atau plitur. Proses ini tidak memerlukan waktu lama seperti saat pengeringan dahan dan ranting, karena sifat cat pernis atau plitur yang memang mudah kering. Tujuan penjemuran ini selain cat cepat kering juga untuk mengurangi bau cat yang kurang baik jika kita hirup di dalam ruangan.

Nah, dahan dan ranting yang kini sudah cantik sekarang siap digunakan untuk beragam dekorasi unik di dalam ruangan rumah kita. Ranting-ranting yang berukuran kecil dapat dirangkai di dalam vas yang agak besar menemani rangkaian daun-daun dan bunga hias. Sedangkan dahan yang agak besar bisa di-repro menjadi media multifungsi seperti gantungan kunci atau gantungan baju di rumah dengan menambahkan atribut lainnya, seperti tambang, kait, dan lain-lain.

See, semudah itu saja membuatnya, for next mau sharing apa lagi? Yuk, terus berbagi pengetahuan dan pengalaman biar hidup terasa lebih bergairah.

ak/26 Agustus 2020

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..

Open chat