Proses

P R O S E S

P R O S E S

P R O S E S

Kenapa harus ditulis 3x sih?
Proses pertama, untuk menyiapkan input.
Proses kedua, untuk pelaksanaan.
Proses ketiga, untuk menghasilkan output.
Bonus, ada satu lagi, proses untuk mengukur dampak dari keseluruhan proses yang telah dilakukan, sering disebut sebagai outcome.

Begitu kira-kira miniatur histori dari tahapan pelaksanaan tugas atau pekerjaan, untuk jenis kegiatan apapun, oleh siapapun, dan kapanpun. Proses standarnya meliputi input-pelaksanaan-output.

Awal tahun kemarin, Tim Publikasi LPMP Provinsi DKI Jakarta mengunggah di Kanal Youtube-nya sebuah video yang membawa pesan apresiasi untuk Tahun 2020 dan semangat untuk menghadapi Tahun 2021. Menampilkan sebagian besar wajah-wajah keluarga besar LPMP Provinsi DKI Jakarta, ASN dan PPNPN. Buat Stora, ini video termanis yang pernah terbuat. Diawali dengan format resmi lembaga, ditutup dengan gaya jenaka. Pas banget. Bravo, team!

Video tersebut sangat menginspirasi Stora untuk membagi pesan moral dari hasil menontonnya. Bukan pesan moral dari konten yang direkam, tapi pesan moral di balik layarnya. Pembuatan video ini pasti bukan pekerjaan tidak terencana, bukan pekerjaan seketika alias dadakan macam tahu lima ratusan. Ini pasti pekerjaan yang dipersiapkan dalam keadaan sadar dan sepenuh hati menggarapnya. Tujuan dari pembuatan video bisa dikatakan tercapai, yakni memberi efek kesadaran akan manisnya perjuangan yang dibungkus rasa kekeluargaan.

Di balik layar pembuatan video ini terjadi aktivitas penyediaan sumber daya, penyusunan bahan rekaman, narasi, shooting, pengolahan hasil rekaman, pengesahan hingga bisa siap upload untuk dikonsumsi publik. Seluruh proses itu meliputi input-pelaksanaan-output yang membutuhkan waktu, tenaga, keterampilan dan kerja sama yang tidak bisa sekadarnya. Perlu koordinasi, diskusi, akurasi, mungkin juga hingga menghadirkan suasana yang sedikit bertensi, itu hal biasa dalam sebuah kolaborasi. Yang pasti, di balik hasil ada proses yang tak semudah menikmati produk jadinya.

So, sikap bijak ketika kita ‘menikmati’ sebuah hasil karya rekan sejawat, berilah apresiasi dari hati. Jika sangat peduli ingin mengoreksi, hindari mengkritik tapi sampaikan masukan atau solusi untuk perbaikan, manakala dipandang perlu. Sikap ini bukan semata-mata ingin menyenangkan, ini attitude. Hendaknya, jangan mudah jadi seseorang yang gampang mencacat, jadilah sosok yang selalu ingin membuat orang lain jadi lebih kuat. Biar hidup ini terasa nikmat.

Balik lagi ke laptop, jika setiap aktivitas yang kita lakukan dapat diidentifikasi dengan baik ketiga unsur input-pelaksanaan-output dalam prosesnya, mestinya tidak akan ada yang namanya “Jaka Sembung bawa golok”. Semua pekerjaan selesai sesuai dengan skenarionya.

Tonton lagi yuk video LPMP Provinsi DKI Jakarta menuju Tahun 2021, jangan lupa like and subscribe-nya! https://www.youtube.com/watch?v=pUt7QmHcqVQ

ak/27 Januari 2020

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..

Open chat