Potret Kinerja LPMP DKI Jakarta Tahun 2018

Anti Kesuma -

Pencapaian kinerja dari instansi pemerintah dituangkan dalam Laporan Kinerja yang disusun setiap akhir tahun anggaran. Laporan tersebut utamanya berisi hasil pertanggungjawaban dari Perjanjian Kinerja (PK) dari pimpinan lembaga dengan pimpinan di unit pembinanya. Laporan Kinerja dari unit pelaksana teknis (UPT), seperti LPMP DKI Jakarta harus disampaikan selambat-lambatnya minggu ke-4 Bulan Januari setiap tahunnya dengan mengacu pada Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Kemendikbud yang dirilis oleh Biro Keuangan Kemendikbud Tahun 2018.

Bagaimana disusunnya?

Laporan Kinerja LPMP DKI Jakarta Tahun 2018 disusun dengan komitmen sebagai berikut:

  1. Deskripsi capaian kinerja yang disajikan selaras dengan gambaran kerangka berpikir lembaga (logical framework) yang telah ditetapkan di awal tahun anggaran;
  2. Pengumpulan data kinerja dilakukan oleh tim yang dibentuk dari perwakilan seluruh unit kerja di Lembaga, dan diarahkan serta dibimbing secara aktif oleh seluruh unsur pimpinan di lembaga.

Apa saja yang dituangkan dalam Laporan Kinerja?

Isi dari Laporan Kinerja minimalnya meliputi dua hal, yakni capaian kinerja dan deskripsi realisasi anggaran. Secara rinci berikut ini hal-hal yang disampaikan terkait kedua hal tersebut:

  1. Capaian Kinerja: deskripsi yang disajikan menjelaskan tentang pencapaian dua sasaran strategis dengan lima indicator kinerja LPMP;
  1. Realisasi Anggaran: deskripsi yang disajikan meliputi pertanggungjawaban penggunaan anggaran untuk merealisasikan target indikator,  informasi sejarah revisi anggaran dan pelaksanaan efisiensi anggaran.

Berikut Capaian Indikator dan Pagu Anggaran Tahun 2018:

    Capaian Indikator Kinerja                                                                           Kinerja Keuangan

Berikut ini adalah serapan fisik dan keuangan LPMP DKI Jakarta Tahun 2018:

 

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

Keuangan

2.51

5.36

15.32

18.76

26.14

30.71

37.24

50.49

64.22

72.24

82.70

91.02

Fisik

2.13

7.36

18.98

22.74

29.03

34.71

42.99

57.45

70.07

76.90

89.82

97.28

Hasil pengukuran capaian kinerja per unit kerja dari seluruh unit kerja di LPMP DKI Jakarta Tahun 2018 adalah sebagai berikut:

Unit Kerja

Daya Serap Fisik

Daya Serap Keuangan

Seksi SI

100%

94.98%

Seksi PMS

98%

95.67%

Seksi FPMP

97%

99.58%

Subbag Umum

98%

87.24%

Unit Kerja

Daya Serap Fisik

SUBBAG UMUM

1.      Perencanaan

100%

2.      Keuangan

112%

3.      Kepegawaian

100%

4.      Perlengkapan

112%

5.      Persuratan

80%

6.      Perpustakaan

100%

7.      RumahTangga

100%

Apa isu strategisnya?

  1. Satuan pendidikan di Provinsi DKI Jakarta umumnya belum memiliki rapor mutu capaian 8 SNP;
  2. Satuan pendidikan belum mampu mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan;
  3. Capaian mutu satuan pendidikan masih banyak yang di bawah Standar Nasional Pendidikan (SNP);
  4. Satuan pendidikan masih lemah dalam melibatkan jejaring/stakeholder;
  5. Potret mutu sekolah di Provinsi DKI Jakarta kurang valid;
  6. Kepuasan pelanggan belum mencapai optimal.

Apa capaian penting yang diperoleh Tahun 2018?

  1. Menginspirasi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk turut mewujudkan kelengkapan dan validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di satuan pendidikan Provinsi DKI Jakarta dengan menggunakan dana APBD atau dana BOP sekolah;
  2. Penyajian dan publikasi dari praktik baik (best practice) hasil pendampingan sekolah model dan sekolah budaya mutu memotivasi sekolah untuk meningkatkan capaian SNP;
  3. Menjadi inisiator bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang menetapkan kebijakan pelaksanaan program sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dimuat dalam e-RKAS seluruh satuan pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Pada Tahun 2020 diharapkan seluruh sekolah di DKI Jakarta telah melaksanakan SPMI yang dikawal oleh LPMP DKI Jakarta bersama unsur Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta;
  4. Pelibatan jejaring dalam mewujudkan penjaminan mutu pendidikan secara signifikan memotivasi sekolah dalam mengembangkan gerakan literasi di sekolah, menambah kompetensi sekolah dalam penulisan hasil praktik baiknya serta mendisain infografis pendukungnya;
  5. Melakukan perubahan/terobosan untuk meningkatkan kepuasan dari layanan lembaga bagi internal dan eksternal melalui pemanfaatan teknologi yang efektif dan efisien.

   

Penandatanganan Komitmen Bersama (MoU) antara LPMP DKI Jakarta dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta disaksikan oleh Dirjen Dikdasmen, Kemendikbud. Isi dari Mou tersebut bersepakat untuk mewujudkan Penjaminan Mutu Pendidikan di seluruh satuan pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Capaian penting lainnya yang terkait manajemen dan tata kelola kelembagaan antara lain sebagai berikut:

  1. Terbentuknya Unit Layanan Terpadu (ULT) dengan arahan dari ULT Kemendikbud
  2. Pembangunan Zona Integritas-Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) yang berhasil melakukan 33 perubahan yang terangkum sebagai berikut:
  • Kelengkapan dokumen kelembagaan
  • Tumbuhnya semangat kerja tim
  • Kesadaran akan kedisiplinan
  • Kemudahan akses layanan berbasis teknologi
  • Peningkatan mutu layanan pelanggan internal dan eksternal
  1. Perolehan Skor SAKIP terbaik dalam 10 nominasi satker/UPT di bawah Ditjen Dikdasmen-Kemendikbud selama 3 tahun berturut-turut

2015

Peringkat I LPMP

2016

Peringkat II LPMP

2017

Peringkat III LPMP

 Skor 72.38 (BB)

Skor 78.52 (BB)

Skor 79.15 (BB)

4. Tersusunnya peta jalan peningkatan kompetensi SDM, bekerja sama dengan lembaga yang kompeten di bidang peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM. Berikut ringkasan programnya:

  • 2018: Pemetaan softskills pegawai
  • 2019: Standarisasi kompetensi per jabatan
  • 2020: SWOT Development Program
  • 2021: Re-assessment Program (target softskills pegawai)
  • 2022: Pencapaian kualitas softskills pegawai

Inovasi Kinerja Tahun 2018

Pada Tahun 2018, Kepala LPMP DKI Jakarta menginisiasi sebuah terobosan kegiatan, yang menjadi program unik LPMP DKI Jakarta. Kegiatan berbasis literasi dan pendidikan karakter yang dikemas dengan judul ‘Perpustakaan Keliling (Pusling) LPMP DKI Jakarta’.

Pada program perdananya di Tahun 2018, Pusling LPMP DKI Jakarta menetapkan target 10 sekolah dasar untuk dikunjungi oleh Tim Pusling LPMP DKI Jakarta. Sambutan positif dari sekolah yang dikunjungi, mendorong LPMP DKI Jakarta untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kinerja dari kegiatan inovasi ini di tahun berikutnya.

  

Rekomendasi dalam Peningkatan Capaian Kinerja Lembaga

Internal

  1. LPMP DKI Jakarta perlu memiliki data terkini jumlah sekolah di provinsi sehingga tidak ada selisih sasaran, antara yang termuat di dalam RKAKL dengan data yang ada di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta;
  2. LPMP DKI Jakarta perlu membuat aplikasi sistem informasi yang dapat merangkum capaian kinerja dari seluruh unit kerja di lembaga;
  3. Renstra LPMP DKI Jakarta 2015-2019 perlu segera direvisi agar pengukuran capaian kinerja dapat dibandingkan dengan perencanaannya secara valid;
  4. LPMP DKI Jakarta perlu membangun sebuah sistem pengelolaan kegiatan kerja sama/kemitraan agar informasi kinerjanya dapat tersaji secara akuntabel;
  5. LPMP DKI Jakarta perlu mengoptimalkan peran kelompok jabatan fungsional untuk pelaksanaan tugas manajemen kelembagaan;
  6. Peningkatan kualitas pelaksanaan pembangunan ZI-WBK di LPMP DKI Jakarta menuntut dilakukannya perbaikan kualitas layanan yang didukung dengan pemanfaatan teknologi. Indikator keberhasilannya adalah kepuasan pelanggan internal dan eksternal terhadap layanan yang diberikan oleh LPMP DKI Jakarta.

Eksternal

  1. Berkoordinasi dengan Setditjen Dikdasmen, Biro PKLN dan Biro Keuangan Kemendikbud untuk merumuskan Renstra 2020-2024 yang relevan bagi UPT, sehingga Renstra yang tersusun dapat digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kinerja;
  2. Berkoordinasi dengan Ditjen Dikdasmen-Kemendikbud untuk memastikan sasaran kegiatan dan indikator kinerja kegiatan (IKK) LPMP yang didukung oleh output anggaran di RKAKL;
  3. Berkoordinasi dengan Ditjen Dikdasmen-Kemendikbud untuk merumuskan outcome LPMP yang linier dengan outcome unit pembinanya agar eksistensi LPMP di provinsi memiliki kekuatan substansi yang rasional;
  4. Berkoordinasi dengan Setditjen Dikdasmen-Kemendikbud dalam penetapan volume kegiatan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Secara keseluruhan, Laporan Kinerja LPMP DKI Jakarta Tahun 2018 disusun dengan memperhatikan reliabilitas, validitas dan akuntabilitas informasi di dalamnya.

baca:   Laporan Kinerja 2018

LPMP DKI JAKARTA di mata sebagian Pimpinan di Lingkungan Kemendikbud

Yudistira Wahyu W, M.Si.

Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Setditjen Dikdasmen-Kemendikbud

Pelaksanaan SAKIP di LPMP DKI Jakarta sudah baik, hal ini terlihat dari Nilai SAKIP Tahun 2017 yang mancapai 79,15 dan menempati peringkat ke 3 dari 40 Satker/UPT di Ditjen Dikdasmen. Ini menunjukkan bahwa dari 5 komponen penilaian SAKIP yaitu Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, Evaluasi Kinerja dan Pencapaian Sasaran Kinerja LPMP DKI Jakarta sudah melaksanakan sesuai dengan Perpres Nomor 29 Tahun 2014 Tentang SAKIP. Semoga di Tahun 2018 ini dengan upaya perbaikan dapat lebih meningkat lagi untuk mencapai Nilai 80 sesuai dengan target Kementerian untuk mendapat predikat A. Akhirnya saya mengucapkan selamat dan mengapresiasi pencapaian Nilai SAKIP LPMP DKI Jakarta, semoga semakin memacu kinerja di tahun yang akan datang.

Dody Wahyu Priyambodo, S.E., M.M.

Kepala Bagian Akuntansi dan Laporan Keuangan, Biro Keuangan Setjen Kemendikbud

Implementasi SAKIP di LPMP DKI Jakarta memberikan hasil yang menggembirakan dengan meningkatnya hasi evaluasi SAKIP setiap tahunnya. Peningkatan ini merupakan usaha kerja keras  seluruh pimpinan dan para staf melalui langkah-langkah perbaikan penyusunan dan harmonisasi (cascading) indikator kinerja kegiatan (IKK), serta pemanfaatan Renstra sebagai pedoman penyusunan rencana kinerja.

Setiap pegawai di LPMP DKI Jakarta mematuhi dan bertanggung jawab atas ukuran keberhasilannya untuk mencapai tujuan organisasi. Memanfaatkan teknologi informasi (e-performance), evaluasi kinerja, dan perbaikan berkelanjutan. Seluruh pimpinan mendukung pelaksanaan kebijakan program dan setiap individu memberikan layanan optimal baik untuk organisasi dan stakeholders.

 Bravo LPMP DKI Jakarta, tingkatkan capaian kinerja optimal. Salam Akuntabilitas

Dr. Agam Bayu Suryanto, S.E., MBA.

Kepala Bagian Pengembangan dan Penghargaan Biro SDM Setjen Kemendikbud, dan Asisten Ahli pada FE Universitas Nasional Jakarta

SAKIP di LPMP DKI Jakarta sudah memenuhi ketentuan secara prosesnya. Diawali dengan Renstra, penetapan kinerja, pengukuran dan pelaporan. Namun demikian pemanfaatan LAKIP sebagai dasar untuk mengambil kebijakan perlu ditingkatkan.

Luluk Budiyono S.E., M.M.

Kepala Bagian Publikasi Biro KLM Setjen Kemendikbud

LPMP DKI Jakarta telah berkomitmen melaksanakan tugas dan fungsi serta tugas tambahan lainnya berdasarkan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Renstra 2015-2019.

Drs. H. Ali Murwani

Nara sumber Ahli/Pakar Bidang Reformasi Birokrasi Kemendikbud, Biro Umum Setjen Kemendikbud

SAKIP yamg baik memenuhi lima unsur utama, yaitu: 1. PERENCANAAN KINERJA, 2. PENGUKURAN KINERJA, 3. PELAPORAN KINERJA, 4. EVALUASI KINERJA, dan 5 CAPAIAN KINERJA. SAKIP LPMP DKI Jakarta telah memenuhi lima unsur tersebut,  serta ditopang dengan data kinerja yang telah dibangun dan dikerjakan oleh Tim yang berkompeten.

“Maju terus untuk mewujudkan lembaga yang berdaya saing dan berkinerja tinggi”.

Katman, S.Pd., M.A.

Kepala Subbagian Evaluasi PPA, Setditjen Dikdasmen-Kemendikbud

Memahami dan mengimplementasikan SAKIP dimulai dengan berusaha mengetahui di mana posisi kita berada.
  

Dr. Cyti Daniela Aruan, MHRM.

Kepala Subbagian Kebijakan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Kemendikbud

Dalam beberapa kali diskusi dan interaksi dengan LPMP DKI Jakarta terkait Reviu Renstra LPMP DKI Jakarta, saya berpendapat bahwa LPMP DKI Jakarta sangat serius untuk memastikan kinerja LPMP dapat terlaksana secara maksimal. Masukan-masukan diskusi terkait bagaimana mengukur kinerja dan mengevaluasi dampaknya telah dijadikan bahan acuan dalam melakukan evaluasi capaian kinerja. Semoga Laporan Kinerja LPMP DKI Jakarta Tahun 2018 dapat menjadi acuan dalam memperbaiki dan memaksimalkan kinerja LPMP DKI Jakarta Tahun 2019.

Sujana Gitanegara, S.T., M.Ak., QIA, C.Fr.A

Kepala Subbagian Hukum dan Tata Laksana, Inspektorat Jenderal-Kemendikbud

Dengan nilai evaluasi SAKIP 79,15 (BB) menunjukkan bahwa SAKIP LPMP DKI Jakarta sangat baik, akuntabel, berkinerja baik, memiliki sistem manajemen kinerja yang andal. Kinerja LPMP DKI Jakarta semakin dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat maupun pegawai Kemendikbud.

Di Tahun 2018 ini, manajemen beserta jajarannya mampu memberikan terobosan yang kreatif dan inovatif melalui websitenya http://lpmpdki.kemdikbud.go.id/. Manajemen mampu menjadikan media web menjadi media pengawasan kinerja, media informasi, komunikasi, operasional, evaluasi dan media literasi bagi pegawai LPMP DKI Jakarta secara khusus, maupun pegawai Kemendikbud dan masyarakat pada umumnya.

Kreativitas mengintegrasikan system informasi telah mengefisienkan waktu pencarian dan mengefektifkan operasional kerja layanan. Kelebihan system kerja tersebut menjadi inspirasi rujukan bagi satuan kerja lainnya. Komitmen manajemen dan seluruh pegawai LPMP DKI Jakarta untuk melaksanakan reformasi birokrasi bukanlah perjuangan yang mudah karena terkait dengan perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set).

Semoga kemajuan yang ada saat ini tidak pernah berhenti, dan seluruh ekosistem yang ada di LPMP DKI Jakarta, terus berkomitmen mewujudkan LPMP DKI Jakarta sebagai zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan menjadi zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

    Selamat datang di LPMP DKI Jakarta  ----- LPMP DKI Jakarta berkomitmen dalam Pembangunan ZI-WBK