“Pilih Bagus Atau Pingin Banyak?”
Anti Kesuma

Bagaimana institusi (sebaiknya) berkinerja?

Kinerja yang disebut sebagai hasil dari serangkaian proses bekerja yang dilakukan dalam sebuah organisasi menjadi cermin dari performa institusi tersebut. Lalu, bagaimana sebaiknya sebuah institusi pemerintah itu berkinerja? Setidaknya ada tiga kunci untuk mempertahankan performa kinerja yang baik, yakni:

Mengedepankan kualitas daripada kuantitas

Membangun dan menciptakan kinerja difokuskan untuk mencapai kualitas terbaik agar layanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan sesuai harapan pelanggan, bukan semata-mata menggugurkan tanggung jawab terhadap layanan publik yang mengesampingkan kepuasan pelanggan terhadap layanan.

Menegakkan prinsip ajeg/konsisten

Pelaksanaan kinerja yang berkualitas idealnya dilakukan dengan konsisten, bukan anget-anget tai ayam, kadang dilakukan tapi lain waktu diabaikan. Kebaikan sekecil apapun jika dilakukan dengan ajeg, akan jauh lebih menjanjikan manfaat dan prestasi daripada kemegahan yang sesaat, seringkali disebut sebagai pencitraan.

Memperkuat sinergi

Mewujudkan kinerja berkualitas lebih bermakna jika dilakukan sinergi bersama antar tim ataupun personal, mengedepankan kerja sama dengan semangat sukses bersama. Lawan dari bekerja sama adalah bekerja parsial, hal ini selain membiaskan tujuan bersama juga rentan mengikis solidaritas dalam bekerja.

 SAKIP ≠ LAKIP

Pelaksanaan kinerja dalam instansi pemerintah telah diatur secara baik dalam sebuah sistem kinerja yang disebut Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang memiliki 5 komponen dalam pelaksanaannya, yakni perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi dan capaian kinerja.

Kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2020 LPMP Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan di LPMP Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 26-28 November 2020 lalu mengundang narasumber dari Biro Perencanaan Kemendikbud, I Nyoman Sutiksena, S.IP., M.Si., dan narasumber dari Setditjen Paud, Dikdas dan Dikmen, Dr. Tora Akadira dan Robert Leo Tenggara, S.T., dimana dari paparan seluruh materi narasumber menegaskan bahwa SAKIP ≠ LAKIP.

Meskipun pada prosesnya hasil pelaksanaan SAKIP banyak dituangkan dalam laporan kinerja yang disebut sebagai Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), namun pencapaian baik SAKIP bukan ditentukan oleh konten dan tampilan LAKIP semata. Kelima proses dari komponen SAKIP harus direalisasikan dalam pelaksanaan kinerja lembaga.

Kegiatan workshop penyusunan laporan kinerja yang diikuti oleh Tim SAKIP LPMP Provinsi DKI Jakarta dan segenap tim pendukungnya yang berjumlah 36 orang ini bukan semata upaya untuk menyusun sebuah laporan, namun sebuah ikhtiar tiada henti untuk terus melanjutkan cita-cita baik bersama yakni membangun budaya berkinerja sesuai dengan panduan sistem kinerja yang telah dikembangkan dalam lembaga.

 

Bonus Jangan Bikin Ngga Fokus

Meraih penghargaan skor SAKIP terbaik selama satu periode renstra berturut-turut (2015-2019) itu bonus. Meraih predikat ZI-WBK juga bonus. Menjadi institusi dengan program dan layanan yang mendapat apresiasi pengguna itu juga hanya bonus.

LPMP Provinsi DKI Jakarta tetap berupaya menjaga fokus pada peningkatan kualitas lembaga yang berkelanjutan. Tak hanya sibuk memanjangkan daftar kinerja yang dibuat namun utamanya mematangkan kebermanfaatan hasil kinerjanya. Banyak itu baik, tapi bagus tetap istimewa. Jika terlalu berat untuk memilih keduanya, pilih banyak atau pilih bagus?

Untuk menentukan pilihan tersebut dapat dimulai dengan bicara jujur pada diri sendiri, menjawab dalam hati dengan ukuran kualitas kinerja masing-masing.

Salam Perubahan. LPMP Provinsi DKI Jakarta berintegritas dan berkualitas!

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..