Pengembangan Budaya Mutu Sekolah melalui Pendampingan Implementasi SPMI Tahun 2020
Yossi Dewanti, S.Si, M.Pd

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggungjawab kepada Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas menyelenggarakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di tingkat Provinsi.  Program penjaminan mutu pendidikan tersebut diselenggarakan melalui pemetaan mutu pendidikan, pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan, supervisi satuan pendidikan, fasilitasi peningkatan mutu pendidikan, pelaksanaan kerjasama di bidang penjaminan mutu pendidikan, dan pelaksanaan urusan administrasi LPMP.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk mengawal pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan di daerah, LPMP Provinsi DKI Jakarta mendapat amanat untuk mengembangkan budaya mutu di satuan pendidikan melalui kegiatan penguatan dan pendampingan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di wilayah Provinsi DKI Jakarta. SPMI dapat berjalan dengan baik di satuan pendidikan jika satuan pendidikan memiliki tim penjaminan mutu di dalam manajemennya. Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) dibutuhkan untuk mengawal keterlaksanaan SPMI di satuan pendidikan.

Sehubungan dengan hal ini, Fungsi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan (FPMP) sebagai salah satu fungsi yang ada di LPMP Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2020 menyelenggarakan Program Pengembangan Budaya Mutu Sekolah melalui Pendampingan Implementasi SPMI. Program Pengembangan Budaya Mutu Sekolah melalui Pendampingan Implementasi SPMI ini diselenggarakan melalui beberapa tahapan kegiatan. Diawali dengan tahapan Bimbingan Teknis Fasilitator SPMI, Bimbingan Teknis SPMI bagi TPMPS, dan dilanjutkan dengan tahapan Pendampingan Implementasi SPMI di sekolah sasaran.

Tujuan kegiatan Pendampingan Implementasi SPMI ini antara lain 1) berfungsinya organisasi penjaminan mutu Pendidikan di satuan Pendidikan; 2) Satuan Pendidikan mampu menjalankan seluruh siklus penjaminan mutu; 3) pengelolaan satuan Pendidikan berjalan sesuai standar; 4) Proses pembelajaran berjalan sesuai standar; 5) terbangunnya budaya mutu di satuan Pendidikan; dan 6) meningkatnya mutu hasil belajar.

Pelaksanaan Pendampingan Implementasi SPMI pada tahun 2020 berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Adanya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) dan dikeluarkannya kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, salah satunya adalah kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) dalam bentuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan kegiatan Pendampingan Implementasi SPMI Tahun 2020 ini yang dilaksanakan dengan metode dalam jaringan (daring). Kondisi pandemi Covid-19 ini juga mempengaruhi kebijakan implementasi SPMI di tahun 2020. Terjadi perubahan pada pelaksanaan SPMI di sekolah karena adanya perubahan terutama pada proses pembelajaran yang semula berlangsung secara tatap muka langsung menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berlangsung secara daring ataupun luring.

Siklus SPMI tetap harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan. Pemetaan atau Evaluasi Diri Sekolah (EDS) tetap diterapkan untuk melihat keterlaksanaan 8 SNP sesuai kebutuhan PJJ di masa pandemi. Dalam hal ini EDS digunakan untuk memotret bagaimana pelaksanaan PJJ (daring ataupun luring). Perencanaan yang dibuat didasarkan pada permasalahan yang dihadapi di masa kebiasaan baru (misalnya untuk mengatasi kesulitan guru memanfaatkan TIK, dsb). Implementasi atau pelaksanaan pemenuhan mutu difokuskan pada pengelolaan program/kegiatan PJJ sesuai dengan rencana yang sudah disusun. Adapun monitoring dan evaluasi dilakukan mulai proses EDS sampai dengan implementasi. Dari hasil evaluasi ini, disusunlah strategi peningkatan mutu baru untuk perbaikan atau peningkatan capaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) di satuan pendidikan.

Sekolah sasaran Pendampingan Implementasi SPMI pada tahun 2020 ini sejumlah 60 sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA dengan rincian 27 SD, 21 SMP, dan 12 SMA. Pendampingan dilaksanakan dengan pola klaster. Setiap klaster terdiri atas 3 sekolah. Sehingga diperoleh 20 klaster dengan rincian 9 klaster jenjang SD, 7 klaster jenjang SMP, dan 4 klaster jenjang SMA. Setiap klaster didampingi oleh 3 orang Pendamping yang merupakan Fasilitator Daerah (Fasda) yang berasal dari unsur LPMP Provinsi DKI Jakarta dan unsur Dinas Pendidikan (Pejabat, Pengawas, Kepala Sekolah, guru). Pola klaster ini selain mengikuti pola anggaran di masa pandemi yang mengalami pemangkasan, juga agar kegiatan pendampingan dapat berjalan lebih efektif. Diharapkan juga 3 sekolah sasaran dalam satu klaster dapat saling berkolaborasi, saling sharing pengetahuan dan pengalaman terkait implementasi SPMI di sekolahnya masing-masing.

Pendampingan Implementasi SPMI Tahun 2020 ini dilaksanakan selama rentang waktu 1,5 bulan yaitu 15 Oktober s.d 30 November 2020 dengan pola 60 JP @60 menit melalui 4 kali pertemuan pendampingan, 5 kali Workshop Mandiri dan 1 kali Diseminasi Praktik Baik yang dilakukan secara daring bertempat di klaster sekolah sasaran pendampingan sesuai dengan jadwal pada Rencana Tindak Lanjut Pendampingan Implementasi SPMI yang sudah disusun dan disepakati oleh Tim Pendamping dan klaster sekolah sasaran pendampingan.

Desain Pendampingan Implementasi SPMI Tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Pelaksanaan Pendampingan SPMI yang difokuskan pada pemenuhan mutu PJJ di tahun 2020 ini sangat dirasakan manfaatnya oleh satuan pendidikan. Informasi ini diperoleh dari testimoni peserta yang disampaikan baik pada saat kegiatan pendampingan implementasi SPMI di sekolah, pada saat kegiatan diseminasi praktik baik SPMI, ataupun dari hasil pengisian form testimoni.

Pada saat Diseminasi Praktik Baik SPMI sebagai tahapan akhir dari kegiatan pendampingan implementasi SPMI di sekolah, Ketua TPMPS SMAN 107 Jakarta yaitu Bapak Drs. Martinus Sudarno  menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat memahami latar belakang tentang perubahan kebijakan implementasi di masa pandemi Covid-19 ini mengingat tantangan yang ada bahwa peserta didik harus belajar dari rumah, guru harus melaksanakan pembelajaran dari rumah, dan adanya tuntutan pemanfaatan IT dalam pembelajaran. Dengan adanya pendampingan implementasi SPMI ini, para guru saling berkolaborasi dalam pelaksanaan penjaminan mutu di sekolah dan termotivasi meningkatkan kompetensinya dalam rangka upaya peningkatan mutu Pendidikan di satuan pendidikan.

Adapun beberapa testimoni peserta dari hasil pengisian form testimoni adalah sebagai berikut:

Salam sejahtera, salam sehat untuk kita semua.
Orang yang mau maju adalah mereka yang terus belajar dan mau berubah.
Terimakasih atas pendampingan SPMI di SMAN 107 Jakarta.
Banyak pengetahuan yang saya dapat sebagai pribadi maupun Ketua TPMPS terutama tentang cara atau konsep membangun budaya mutu di sekolah. Sebagai Ketua TPMPS, saya berbahagia sekaligus bangga bisa menggerakkan teman-teman TPMPS untuk ikut membangun budaya mutu dan prestasi sekolah.
Untuk peningkatan mutu PJJ, pendampingan ini banyak membantu guru-guru dalam mempersiapkan PJJ yang efektif dan menyenangkan, terutama persiapan administrasi PJJ (Dokumen PJJ yang mencakup RPP, modul, instrument penilaian, dll), membuat video pembelajaran yang menarik dan terutama membuat instrument monev untuk melihat sejauh mana PJJ dapat berjalan dengan lancar.
Terimakasih atas pendampingan dari Ibu Yossi, ibu Heni, dan Bapak Sanserlis yang sangat membantu kami dalam membuat konsep dan menyusun strategi peningkatan mutu. Semoga apa yang sudah kami peroleh dapat menjadi sumber kekuatan bagi kami untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.
Terimakasih dan tetap semangat dalam melayani.
Sukses untuk SPMI LPMP DKI Jakarta!
– Drs. Martinus Sudarno, SMAN 107 Jakarta (Ketua TPMPS) –

 

Kegiatan SPMI Tahun 2020 sangat berkesan buat saya pribadi dan teman-teman di SMPN 131 Jakarta.

  • Di tengah pandemi, kami mendapatkan semangat dan motivasi untuk terus mempertahankan mutu Pendidikan. Yaitu melalui Bimtek SPMI bagi TPMPS Tahun 2020. Kami memperbaharui wawasan kami tentang cara meningkatkan mutu sekolah kami.
  • Narasumber yang sangat berkompeten, sehingga kami paham.
  • Materi bimtek yang begitu bermanfaat untuk menjadi pegangan dalam melaksanakan kegiatan implementasi SPMI di sekolah.
  • Kegiatan pendampingan bersama klaster yang sudah disiapkan oleh panitia dan didampingi oleh pendamping hebat, membuat kami mampu menjalankan kegiatan ini dengan baik.
  • Pendampingan SPMI sangat membantu kami untuk menganalisa kekurangan dan kemudian memperbaikinya untuk peningkatan mutu terkait PJJ. Kami akan terus melaksanakan peningkatan mutu secara mandiri dalam hal kemampuan IT para gru, proses PJJ, dan sinergi antar sekolah dan orang tua selama PJJ di sekolah kami, dan lain-lain.
  • Dan hebatnya lagi, kami disiapkan satu kegiatan Monitoring Sekolah SPMI khusus selama 2 hari sehingga pemahaman kami terkait implementasi SPMI selama pandemi ini semakin baik. Juga disiapkan kegiatan Workshop Penulisan Best Practice bersama Media Guru selama 2 hari. Dan terakhir, kegiatan Diseminasi Best Practice yang brillian…membuat kamisaling belajar, saling bertukar pengalaman.
  • Tahun ini memiliki kesan yang mendalam bagi saya mengikuti kegiatan Implementasi SPMI Tahun 2020.
    LPMP DKI Jakarta maju terus.
    – Naili Rachmasari, S.Ag, M.M., SMPN 131 Jakarta (Ketua TPMPS) –

 

Dengan pelatihan dan pendampingan SPMI ini sangat membantu kami khususnya saya dalam memahami kekurangan – kekurangan yang ada pada system manajemen yang ada di sekolah kami yang saat ini sedang berjalan. Dan menjadi pembuka jalan untuk perbaikan-perbaikan di masa depan.
Pendampingan implementasi SPMI ini sangat membantu kami dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah selama pandemi. Khususnya terkait pemahaman terhadap penggunaan IT dalam pembelajaran dan pemahaman terhadap kebutuhan peserta didik.
Terima kasih LPMP…
– Hani Puspitasari, S.Pd., SDN Taman Sari 03 Jakarta (Kepala Sekolah) –

 

Tahun 2020 untuk kali kedua SMAN 86 Jakarta ditetapkan sebagai sekolah sasaran SPMI yang diselenggarakan oleh LPMP DKI Jakarta.
Ada perbedaan pelaksanaannya dibanding tahun lalu. Sehingga walaupun ini kali kedua sebagai sekolah sasaran tapi terasa tahun pertama. Hal ini disebabkan karena kegiatan tahun ini dilaksanakan dimasa Pandemi Covid-19, sehingga semua kegiatan dilaksanakan secara daring atau dalam jaringan.
Penyesuaian terjadi mulai dari perencanaan, Workshop tim pendamping, kepala sekolah sasaran, TPMPS, sampai dengan pendampingannya.
Sekolah kami berada dalam kelompok klaster 17 bersama dengan SMAN 23 dan SMAN 95. Karena satu klaster ada tiga sekolah, maka diperlukan kolaborasi dan koordinasi agar semua program yang sudah direncankan oleh LPMP DKI Jakarta dapat dilaksanakan secara maksimal.
Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik diantara kepala sekolah dan tim pendamping semua program dapat kami laksanakan sesuai jadwal dan partisipasi yang tinggi dari semua guru disekolah sasaran.
Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada LPMP DKI Jakarta, khususnya seksi FPMP yang sudah mengemas kegiatan ini menjadi lebih baik dan penuh makna serta tantangan keterlaksanaannya.
Kami merasa terlayani dan terdampingi. Semoga tahun -tahun berikutnya dapat terlaksana lebih baik lagi.
Secara khusus kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Salim Somad (Kepala LPMP DKI Jakarta), Bapak Widyatmo (Koordinator Fungsi FPMP), ibu Yossi, dan Tim Panitia.
Terimakasih,
salam sehat
jangan lupa bahagia
– Sunaryo, S.Pd, M.M., SMAN 86 Jakarta (Kepala Sekolah) –

 

Akhir kata, kami LPMP Provinsi DKI Jakarta selaku penyelenggara mengucapkan puji syukur kepada Allah Swt atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga pelaksanaan Pendampingan Implementasi SPMI di Tahun 2020 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Dalam hal ini kami mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang senantiasa mendukung dan bersinergi dengan LPMP Provinsi DKI Jakarta dalam upaya mengawal keterlaksanaan penjaminan mutu di Provinsi DKI Jakarta. Para Tim Pendamping yang telah bahu membahu dan penuh kekompakan mendampingi sekolah binaan dan mengusung kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini. Pengawas sekolah, Kepala Sekolah dan TPMPS nya yang solid dan berkomitmen dalam upaya peningkatan mutu Pendidikan di satuan Pendidikan. Panitia sekolah, host, komite sekolah dan pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas segala dukungan dan peran serta aktifnya.

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..