Artikel

Model Pembelajaran Sole, Solusi Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Selama BdR
Ati Rosidah M.Pd - PTP LPMP Provinsi DKI Jakarta

Pembelajaran Jarak jauh dengan dilakukan dari rumah akibat kasus pandemi covid 19 ini sudah berlangsung lama dan belum bisa diprediksi kapan akan kembali dibuka pembelajaran tatap muka. Pembelajaran dari rumah dalam waktu yang lama, tentu harus disiapkan secara matang oleh guru supaya tidak menimbulkan kebosanan dari siswa apalagi jika dilakukan dengan cara yang sama dari hari ke hari secara monoton.

Pendidik perlu mengemas kegiatan BDR yang menarik dengan mengutamakan pengalaman belajar peserta didik, agar peserta didik tidak mudah bosan dan tetap semangat untuk berperan aktif. Dalam hal ini pendidik perlu memvariasikan pembelajaran dengan berbagai model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Banyak model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam kegiatan BDR, diantaranya discovery learning, project based learning, problem based learning, flipped classroom, SOLE, games learning, dan lain-lain.

Salah satu model yang dapat digunakan pendidik selama BDR adalah model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environment) atau Arena Belajar Mandiri.  Model pembelajaran ini pertama kali digagas oleh seorang praktisi pendidikan asal India bernama Sugata Mitra. Ia melakukan percobaan di daerah suburban New Delhi dengan memasang komputer yang terkoneksi ke internet di sebuah dinding yang dilubangi.  Kemudian dilengkapi dengan kamera tersembunyi. Ternyata komputer ini didatangi oleh anak-anak untuk belajar dan saling mengajarkan bagaimana cara menggunakannya. Lebih jauh lagi, mengungkap apa saja yang dapat mereka pelajari melalui perangkat tersebut seperti, bahasa Inggris dan lainnya. Jadi dengan proses yang dilakukan ini, ternyata adanya komputer yang terkoneksi internet dapat merangsang siswa untuk mencari tahu berbagai hal yang belum mereka ketahui.

Model pembelajaran SOLE memiliki tujuan membentuk kompetensi yang harus dimiliki siswa sesuai tuntutan dalam kurikulum 2013 diantaranya peserta didik: (1) memiliki kemampuan berpikir kritis, (2)  memiliki kemampuan berpikir kreatif, (3) memiliki kemampuan memecahkan masalah, dan (4) memiliki kemampuan berkomunikasi.

Adapun alur pembelajaran menggunakan model SOLE adalah:

  1. Pertanyaan Besar (Big question), dalam tahap ini pendidik menyiapkan pertanyaan besar yaitu yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi yang diajarkan. Pertanyaan ini dapat dikembangkan lagi menjadi pertanyaan-pertanyaan berikutnya.
  2. Investigasi (investigation), pada tahap ini peserta didk dibagi kelompok dan diberi kesempatan untuk melakukan penyelidikan untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaan yang disampaikan pendidik. Sumber utama untuk mencari jawaban adalah internet baik melalui gadget atau komputer.
  3. Ulasan (review), pada tahap ini pendidik memberikan ruang kepada peserta didik untuk menyampaikan hasil pencarian inforamasi untuk memecahkan masalah yang diberikan sebelumnya. Selanjutnya dibuat ulasan terhadap hasil paparan siswa dan bersama-sama membuat kesimpulan terhadap materi yang dipelajari.

Berikut ini adalah langkah-langkah rinci yang dapat dibuat pendidik ketika akan menerapkan model SOLE.

Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan hal yang dilakukan pendidik adalah:

  1. Membuat RPP
  2. Menyiapkan pertanyaan besar yang bisa menantang peserta didik untuk mencari tahu dan memecahkan masalah. Buatlah pertanyaan yang berdasar pada kehidupan nyata sehingga siswa mampu untuk berartikulasi, memprediksi , menguji pengetahuan mereka serta menghubungkan ide mereka dengan pengetahuan yang berkembang saat ini.  Contoh pertanyaan besar diantaranya:
    – Mengapa covid 19 begitu cepat bisa menyebar ke seluruh dunia dan bagaimana cara mengantisipasi untuk mengurangi penyebaran virus tersebut?
    – Jika ditemukan vaksin covid 19, maka apa dampaknya terhadap ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat?
  3. Menyiapakan ruang kelas maya untuk menyampaikan informasi tentang penugasan, bisa menggunakan google classroom, kelas maya, teams, atau kalau tidak ada bisa menggunakan wa group
  4. Membuat jadwal kegiatan vicon untuk kegiatan penyampaian paparan hasil inverstigasi peserta didik dan penguatan oleh pendidik.
Tahap Pelaksanaan Pembelajaran
  1. Pendidik memulai pembelajaran dengan menyapa siswa dan mengecek kehadiran siswa melalui ruang kelas maya yang biasa digunakan
  2. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan langkah pembelajaran yang akan digunakan
  3. Pendidik memberikan pertanyaan besar yang akan diselesaikan oleh siswa
  4. Pendidik membagi kelompok siswa kedalam kelompok kecil
  5. Siswa dalam kelompok kecil bisa menggunakan group WA khusus siswa per kelompok, dan diberi kesempatan berdiskusi untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan dengan mencari dari berbagai sumber dan sumber utamanya adalah mesin pencari kata seperti google. Jika tidak memungkinkan bisa mencari informasi dari berbagai buku teks. Selanjutnya masing-masing kelompok membuat laporan hasil diskusi
  6. Dalam forum vicon pendidik memberi kesempatan kepada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil investigasinya dan ditanggapi kelompok lain
  7. Pendidik memberikan penguatan dan bersama peserta didik membuat kesimpulan terhadap materi yang sedang dipelajari
  8. Pendidik memberikan penilaian terhadap proses pembelajaran baik penilaian sikap, pengetahuan maupun keterampilan.

Demikian tahapan penerapan model pembelajaran SOLE untuk alternatif model pembelajaran yang bisa digunakan selama BdR. Model pembelajaran ini bisa meningkatkan berpikir kritis dan kreatif karena dengan peserta didik mencari tahu jawaban terkait pertanyaan yang diberikan, maka peserta didik akan mencari info dari berbagai sumber untuk memecahkan masalah. Mereka akan berdiskusi sesama temannya untuk menyepakati jawaban yang akan disampaikan sebagai hasil kelompok mereka.

Semoga dengan menggunakan berbagai model pembelajaran selama BDR maka pembelajaran akan lebih bervariatif dan menyenangkan bagi siswa sehingga menimbulkan motivasi untuk belajar walaupun mereka tetap belajar di rumah.

Sumber:
Buku Panduan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif dalam BDR yang memafaatkan Rumah Belajar, Pusdatin, 2020.

 

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..