Merdeka Belajar Episode 7: Program Sekolah Penggerak Untuk Pendidikan Indonesia Yang Lebih Maju
Oktora Melansari, S.Sos, MA

Dalam rangka mewujudkan visi Pendidikan Indonesia yakni mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Program Merdeka Belajar episode ke-7 yakni Sekolah Penggerak yang telah dilaunching pada tanggal 1 Februari 2021.

Pada tahun 2021 ada 56 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB di wilayah Jakarta Timur dan Selatan yang akan menjadi piloting Sekolah Penggerak Provinsi DKI Jakarta. LPMP Provinsi DKI Jakarta sebagai UPT Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan sosialisasi terkait kebijakan tersebut. Kegiatan Sosialisasi pertama dilaksanakan di wilayah Kota Jakarta Selatan Wilayah 2 pada Rabu, 10 Februari 2021. Kegiatan yang diikuti lebih kurang 90 Kepala Sekolah bertujuan memberikan informasi menyeluruh program tersebut sampai dengan tata cara pendaftaran seleksi kepala sekolah penggerak. H.M. Roji, M.Pd. selaku Kasudin Pendidikan Jakarta Selatan 2 pada pembukaan kegiatan menyampaikan kesiapannya mendukung suksesnya  penyelenggaraan sekolah penggerak. Beliau juga menghimbau para pegawas, kepala sekolah dan guru agar bersiap mengikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) ini.

Sosialisasi kedua dilaksanakan untuk wilayah Kota Jakarta Selatan 1 pada Selasa, 16 Februari 2021. Kegiatan yang diikuti 776 peserta dari unsur Kasi Persekolahan dan Kasubag TU, Kasatlak, Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah PAUD/SD/SMP/SMA di lingkungan Kota Jakarta Selatan 1 dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, M.Pd. Pada pengarahannya beliau menyampaikan bahwa PSP yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki keselarasan dengan visi Pendidikan di Provinsi DKI Jakarta yakni mewujudkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas untuk semua. Program ini akan menggenapkan transformasi sekolah dengan mengakselerasi sekolah di segala kondisi untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi sehingga terbentuk ekosistem Pendidikan.

Keesokan harinya 17 Februari 2021  sosialisasi digelar untuk wilayah Jakarta Timur 1 dan 2 diikuti 710 peserta untuk wilayah Kota Jakarta Timur 1 dan 480 peserta dari Kota Jakarta Timur 2. Kegiatan yang terbagi menjadi 2 sesi pagi dan siang ini dibuka oleh Kasudin Jakarta Timur 1 dan 2, H. Gunas Mahdianto, M.Pd.

Rangkaian kegiatan sosialisasi PSP Provinsi DKI Jakarta menghadirkan 4 narasumber utama yaitu: M.Salim Somad, S.Kom., M.Pd (Kepala LPMP Provinsi DKI Jakarta) yang membahas kebijakan PSP secara umum, Dr. Rachmadi Widdiharto, MA (Direktur GTK Dikdas, Ditjen GTK Kemdikbud) dengan penjelasan progran secara lebih rinci, Widyatmo, M.Pd. (Koordinator Fungsi Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kerjasama Penjaminan Mutu Pendidikan) dan Ulfa Mahmudah, M.Psi. (Analis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Ditjen GTK Kemdikbud), yang memberikan penjelasan terkait mekanisme seleksi dan tata cara pendaftaran kepala sekolah penggerak.

                              

Selain di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sebagai pilot project PSP, sosialisasi juga dilaksanakan untuk seluruh pegawai LPMP Provinsi DKI Jakarta pada Senin, 1 Maret 2021. Tampil sebagai narasumber Widyaprada LPMP Provinsi DKI Jakarta, Dr. Didang Setiawan, M.Pd yang memberikan pemahaman tentang kebijakan PSP dengan sangat jelas.

Secara umum, Sekolah Penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang terdiri dari dua hal yakni sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila dan diawali dengan SDM yang unggul terutama kepala sekolah dan guru. Sekolah penggerak menjadi harapan di masa depan agar sekolah-sekolah yang belum mengalami peningkatan mutu, berkonsultasi atau bahkan mendapat pendampingan dari sekolah yang telah bergabung dalam PSP.

Pada akhirnya sekolah penggerak diharapkan memiliki hasil belajar di atas level yang diharapkan; lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan; pembelajaran yang berpusat pada murid; perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri serta refleksi guru dan perbaikan pembelajaran terjadi dan sekolah melakukan pengimbasan bagi sekolah-sekolah lain.

Melalui lima intervensi yang saling terkait dan tidak terpisahkan, yakni pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran kompetensi holistik, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah, PSP nantinya, akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu 3 tahun ajaran. Sukses PSP, Sukses Kita Bersama. Semoga sinergitas yang sudah terbangun, akan menjadikan PSP di Provinsi DKI Jakarta berjalan dengan lancar.

                   

Unduh Link materi sosialisasi PSP: http://bit.ly/materisosialisasiPSP_DKI

 

 

 

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..