Menghadirkan Teknologi Ke Dalam Kelas

Ati Rosidah PTP LPMP DKI Jakarta -

“Teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru, namun guru yang tidak memanfaatkan teknologi akan segera tergantikan, guru harus senantiasa belajar sepanjang hayatnya, karena jika seorang guru berhenti belajar, maka sejatinya dia telah berhenti menjadi guru”. Demikian sebuah kutipan dari Prof. Richardus Eko Indrajit seorang pakar teknologi di Indonesia.

Kutipan ini seyogyanya harus dijadikan motivasi bagi guru-guru dalam meng-update kompetensinya terutama dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Terlebih Mendikbud sekarang Bapak Nadim Makarim adalah tokoh milenial yang sangat ahli dalam perkembangan teknologi terkini pastinya dalam kebijakan pendidikan ke depan akan mengembangkan pembelajaran yang berbasis TIK.

Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk di dunia pendidikan. Guru dan siswa dituntut untuk menggunakan perkembangan teknologi dalam proses pembelajarannya. Dengan kehadiran teknologi dan komunikasi (TIK) memberikan tantangan dalam dunia pendidikan, peserta didik lebih tertarik mempelajari TIK dibandingkan materi pembelajaran lainya, peserta didik bahkan rela berjam-jam di depan komputer untuk mengakses internet dan mencari informasi yang tidak bisa didapatkan di sekolah.

Fenomena seperti ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah yang besar bagi dunia pendidikan untuk bisa mengadopsi dan melakukan inovasi pembelajaran. Jangan sampai dunia pendidikan formal hanya dijadikan tempat untuk memperoleh ijazah semata tanpa memberikan kontribusi dalam membina generasi penerus perjuangan bangsa yang akan menjadi pemimpin masa depan.

Menurut Sutrisno (2011) tuntutan dalam menjawab globalisasi pendidikan telah hadir di depan mata, berbagai perangkat komputer beserta koneksinya dalam menghantarkan peserta belajar secara cepat dan akurat apabila dimanfaatkan secara benar dan tepat, untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang tanggap terhadap perkembangan TIK, kemudian ditambahkan oleh Alessi dan Trollip (2001), pembelajaran berbasis TIK memiliki banyak keunggulan. Salah satunya keunggulan itu berupa penggunaan waktu yang digunakan menjadi lebih efektif , bahan materi pelajaran menjadi lebih mudah diakses, menarik, dan murah biayanya.

Mengingat banyaknya manfaat yang bisa diperoleh ketika pembelajaran menggunakan TIK dilaksankan di kelas, lalu pemanfaatan teknologi seperti apa yang bisa digunakan oleh guru di kelas? Menjawab pertanyaan tersebut tentu kita hubungkan kembali dengan tugas guru sesuai dengan amanat Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses yaitu melaksanakan perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melaksanakan penilaian pembelajaran.

Guru Sebagai Pengguna

Yang paling mungkin penggunakan TIK di kelas yaitu pada saat guru melaksanakan pembelajaran dan melaksanakan penilaian pembelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas pada saat guru menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai, pastinya guru memerlukan berbagai media dan sumber belajar yang bisa mempermudah siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Disinilah dibutuhkan kemampuan guru untuk menghadirkan teknologi dalam pembelajaran di kelas.

Untuk memenuhi kebutuhan guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2011 mengembangkan portal pembelajaran daring yang sering disebut portal Rumah Belajar dapat diakses secara gratis pada laman https://belajar.kemdikbud.go.id setiap saat selama 24 jam. Portal Rumah Belajar ini diharapkan mampu memfasilitasi terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Portal Rumah Belajar tersebut hadir agar pembelajaran berbasis TIK dapat dinikmati secara luas di seluruh Indonesia baik oleh guru, siswa maupun masyarakat umum.

 

Pada portal Rumah Belajar guru bisa memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia, terdapat 8 fitur utama dalam portal Rumah Belajar, yaitu sumber belajar, bank soal, laboratorium maya, kelas digital, peta budaya, wahana jelajah angkasa, Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Selain itu, terdapat  3 fitur pendukung yaitu karya guru, karya komunitas, dan karya sastra. Selain 8 fitur utama dan 3 fitur pendukung terdapat laman tambahan atau link yang dapat diakses di Rumah Belajar, yaitu: TV edukasi, Radio Edukasi, Suara Edukasi, m-edukasi, dan lain-lain.

Guru dan siswa tinggal memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia baik secara online maupun offline. Pada saat guru mau menggunakan Rumah Belajar di kelas tentu terlebih dahulu mempelajari KD yang akan disampaikan di kelas kemudian mencari konten yang tersedia pada fitur Rumah Belajar, ketika sesuai dengan KD yang akan dipelajari maka tinggal gunakan konten terebut. Sebelum digunakan konten tersebut pastinya harus tertulis juga dalam dokumen RPP sesuai model pembelajaran yang akan digunakan.

 

Guru-guru SMPN 229 Jakarta sedang mengikuti Pendampingan Pemanfaatan Portal Rumah Belajar oleh tim PTP LPMP DKI Jakarta

Selanjutnya TIK dalam pembelajaran juga bisa digunakan guru pada saat penilaian pembelajaran. Banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan guru dalam melakukan penilaian online seperti SICOMBAT (Sistem Computer Based Test), SIPINTAR (aplikasi yang dikembangkan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), atau guru membuat sendiri soal online bisa menggunakan google form, quizizz, kahoot dan lain sebagainya.

Jika guru menggunakan penilaian online biasanya hasil penilaian akan langsung diperoleh setelah siswa submit ulangan yang mereka lakukan. Pada saat itu pula analisis hasil penilaiannya akan diperoleh dan digunakan guru sebagai dasar untuk perbaikan proses pembelajaran jadi sangat efektif dan efisien kan.

Guru-guru SMPN 237 Jakarta sedang membuat dan menggunakan kuis interaktif dengan Quizizz

Tentu banyak pilihan yang bisa digunakan guru jika ingin memanfaatkan TIK dalam pembelajaran maupun penilaian, dan akhirnya akan kembali kepada guru itu sendiri apa masih tetap betah dengan zona nyamannya yang masih konvensional dalam pembelajaran di kelas, atau mau keluar dari zona nyamannya dengan terus meningkatkan kompetensi diri terutama dalam menggunakan TIK pada pembelajaran dan bersuka ria bersama siswa di kelas karena kehadiran teknologi dalam kelas mereka.

    Selamat datang di LPMP DKI Jakarta