Membangun Minat Membaca Anak Melalui Perpustakaan Sekolah
Ijah Rochimah Boru Sagala, S.Pd

Salah satu kebijakan  Kemendikbudristek adalah Merdeka Belajar (MB).  Filosofi dari MB adalah sebuah perubahan dalam proses pembelajaran. Di dalam MB terdapat konsep kemandirian dan kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan untuk menentukan sendiri cara terbaik dalam pembelajaran, misalnya siswa diberi keleluasaan untuk meng-eksplore pengetahuannya melalui pengalaman yang ia dapatkan. Sumber ilmu bukan hanya di dalam kelas, juga tidak hanya guru sebagai narasumber, tetapi bisa juga di luar kelas, seperti konten di berbagai media berbasis teknologi, lingkungan sekitar, dan juga perpustakaan.

Salah satu program dari konsep MB adalah Sekolah Penggerak (SP), SP berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang bertujuan mewujudkan profil pelajar pancasilais. Ruang lingkup yang menjadi area pengembangan hasil belajar ini adalah penguatan dalam literasi, numerasi, dan karakter.  MB dan SP menjadi sebuah peluang untuk LPMP sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kemendikbudristek. Peluang untuk berinovasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran, dan meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat luas

Perpustakaan Sekolah adalah salah satu sarana dalam mendukung proses pembelajaran. Perpustakaan yang memiliki fungsi sebagai pusat sumber belajar dapat menjadi salah satu alternatif bagi siswa untuk mengembangkan pengalaman dan pengetahuannya secara lebih luas dan menyeluruh. Perpustakaan di era saat ini sudah jauh beradaptasi dan berorientasi pada  program-program pengembangan pendidikan. Perpustakaan sekolah diharapkan dapat bersinergi dalam mendukung  percepatan keberhasilan proses pembelajaran yang diawali dari sumber daya manusia (SDM), pengelola perpustakaan atau guru yang diberi tugas tambahan di perpustakaan. SDM atau pengelola perpustakaan haruslah seorang yang memiliki kemauan dan ketertarikan pada perpustakaan dan buku, serta harus memiliki keinginan dan semangat untuk mengajak orang lain tertarik akan buku dan kegiatan membaca. Jika SDM perpustakaan sudah mencoba bergerak dan berproses dalam hal perbukuan dan minat baca, maka ide-ide seputar meningkatkan minat membacapun akan akan bertumbuh dengan sendirinya.

LPMP Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu UPT dari Kemdikbudristek juga memiliki program yang  berfokus pada peningkatan  budaya membaca, mengingat salah satu area dalam program-program yang ada di MB adalah penguatan literasi, dan numerasi. Secara umum tingkat budaya membaca siswa Indonesia masih sangat rendah.  Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 menunjukkan hasil penilaian pada siswa Indonesia hanya menduduki posisi keenam dari bawah untuk bidang matematika, dan literasi menduduki posisi ke-74 dari 79 Negara.

 

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun dalam salah satu kegiatan Pelatihan Menulis yang dilaksanakan oleh LPMP Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2020, terlihat potret kendala-kendala yang ada di perpustakaan sekolah dalam membangun budaya membaca pada siswa.  Kendala-kendala tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan Seminar Berseri, yang kali ini dengan tema ”Membangun Minat Membaca Anak  melalui Perpustakaan Sekolah”. Saat dalam kondisi pandemi Covid-19, kegiatan dilaksanakan secara daring dan juga substansi yang akan diangkat adalah berbagai strategi dalam membangun budaya membaca di era pandemi.

Webinar ini diikuti oleh 40 orang peserta yang merupakan para pengelola perpustakaan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) di wilayah Provinsi DKI Jakarta, dan 15 orang pegawai LPMP Provinsi DKI Jakarta. Pemateri dari kegiatan webinar ini adalah Munif Chatib, M.Pd yang merupakan praktisi pendidikan dan penulis, menyampaikan tentang prinsip dasar dalam strategi membangun minat membaca anak melalui perpustakaan sekolah. Materi dilanjutkan oleh Aryo Faridh Zidni, S.Hum seorang pendongeng nasional yang mengajak peserta berdiskusi interaktif tentang minat baca melalui buku dan mendongeng. Dua materi dari narasumber tersebut lebih dilengkapi oleh Aditya Perdana Putra, S.St yang berbagi pengalamannya seputar strategi mempersiapkan materi dan cerita dalam konsep sebuah video. Ketiga materi tersebut menjadi struktur yang konstrukrif dalam penguatan minat membaca anak.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2021 melalui media zoom meeting ini memiliki tujuan, membangun koordinasi dan meluaskan jaringan dengan satuan pendidikan di mana dalam kegiatan webinar berseri ini peserta harus mengikuti dari seri satu hingga seri ke-4 juga peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). RTL dalam kegiatan ini adalah membuat program kegiatan literasi di satuan pendidikan. Sebagai salah satu strategi dalam penguatan literasi yang ada di sekolah. Produk RTL dari setiap peserta nantinya akan menjadi Galeri Program Literasi Sekolah yang akan direviu dan didesiminasikan pada seri webinar selanjutnya, yang akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober tahun 2021.

Diakhir kegiatan, Rina Harjanti, M.Pd selaku Kasubbag Tata Usaha LPMP Provinsi DKI Jakarta menyampaikan harapannya yang menjadi kata kunci, yaitu terbangunnya sinergitas antara LPMP dan satuan pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan percepatan penyelesaian masalah-masalah pendidikan yang menjadi isu strategis, dan literasi menjadi satu trending topik yang diangkat.

Baik output maupun catatan selama kegiatan ini akan menjadi sebuah dokumentasi dan rekomendasi yang akan dibawa dan diusulkan dalam tataran para pemangku kepentingan dan penentu kebijakan.

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..

Open chat