Mati

Bikin hidup lebih hidup…
Membaca atau mendengar kalimat ini rasanya kayak ada energi yang menguatkan semangat hidup yang mau amblas.
Gimana kalau bikin mati lebih mati?!
Aihh, kok nggak enak ya efek bacanya.

Orang bijak bilang, hidup itu harus diisi. Betul! Dan mati itu pasti. Sah!
Hidup dan mati punya misi sendiri-sendiri, tapi nggak bisa dipisah dari diri. Karena sejatinya semua yang hidup pasti dijemput mati. Nggak bisa ditawar, nggak bisa ditunda barang sedetik juga.

Ingat Mati

Kemarin, saat ngopi sore sambil nikmatin kukusan hasil panen pisang kepok di kebun belakang rumah, tetiba diri melanglang ingatan tentang kematian. Menanyakan pada hati tentang apa-apa yang sudah disiapkan jikala mati menjemput di pintu depan rumah? Di jalan? Di kantor? Atau di sajadah kala kening dibawa sujud? Masyaa Allah.

Mungkin kita sudah banyak menjejal ilmu tentang bagaimana meraih hidup bahagia, juga mengikuti kajian-kajian yang mengupas jurus mati masuk surga. Lalu, pernahkah kita dengan sengaja membuat kesimpulannya? Sehingga ilmu yang sudah ditimba dapat lebih mudah digunakan. Karena menelan ilmu banyak-banyak lalu menguap tiada berguna, akan jauh lebih bermakna bila mencecapnya pelan-pelan kemudian diterapkan dalam keseharian.

Dalam ruang baca yang sederhana ini, Stora dengan segala kerendahan hati ingin berbagi pandang tentang cara hidup yang membekali mati. Ingat MATI yang ini, mudah-mudahan jadi tambahan wawasan yang berarti.

Di setiap hela nafas kita, dalam berkata-bertindak-merasa ataupun berpikir sekecil-kecilnya sekalipun, selayaknya semua didasari atas niat ingin memberi manfaat kebaikan pada diri sendiri juga orang lain. Jangan biarkan setiap waktu kita menjadi detik-detik yang menghimpun kerugian karena menjalani hidup yang sia-sia. Berkata yang percuma, bertindak yang tiada berguna. Akhirnya hidup menjadi kering manfaat.

Menjadi sosok yang amanah, alias dapat dipercaya. Wiih… ini tugas manusia yang gampang-gampang nggak susah, hehe… bukan sok jagoan bilang ini nggak susah, tapi alih-alih supaya terpancar energi positif dalam diri kita, bahwa menjadi amanah itu tidak susah. Modal utamanya satu, jangan tidak amanah! Lebih konkritnya, menjadi orang yang amanah itu adalah yang bisa diandalkan kata-kata yang diucapkannya dan dapat dipertanggungjawabkan hasil tindakannya. Orang amanah tidak butuh kambing hitam. Ia bertanggung jawab akan hitam-putih dirinya.

Tawadhu atau bahasa kitanya rendah hati, alias nggak jumawa, nggak sombong, dan nggak berlebih-lebihan. Orang-orang tawadhu tidak dipenuhi ambisi, apalagi ambisi yang mengutamakan diri sendiri. Mereka lebih peka hati terhadap orang-orang di sekitarnya. Sekilas pandang, mereka yang tawadhu atau rendah hati ini sangat menjaga diri dari sikap yang kurang pakai hati, macem ngomongin orang, iri-dengki, berucap penuh sindiran, dan sering lupa bilang tolong, maaf dan terima kasih.

Yang satu ini, luar biasa deh efek terapannya. Orang-orang yang sudah memeluk ikhlas menjadi pakaian perilakunya, hidupnya bisa dipastikan dinaungi ketenangan, ketentraman dan kedamaian, Insyaa Allah. Gimana nggak?! Orang ikhlas itu mampu mengelola beban hati. Salah satu beban hati yang paling berat dalam diri adalah nafsu, yakni nafsu meraih keinginan diri semata kurang peduli pada sesama, seperti lupa bahwa ada Yang Maha Mengaturnya.

Jika direfleksikan dalam kehidupan bekerja, formula MATI di atas dapat tercermin dari kebiasaan pekerja memberi layanan terbaik sesuai maklumat layanan yang ada, dan mampu melaksanakan seluruh amanah jabatan tanpa dipilah-pilih, karena menunaikan tanggung jawab pekerjaan bukan seperti beli baju lebaran.

Bekerjalah dengan optimis, jika berprestasi jaga syukurnya dan jika masih kekurangan tidak segan memperbaikinya. Bersikap rendah hati saja bahwa setiap orang ada lebih-kurangnya. Diingat juga, jangan jadi orang yang mudah susah hati, kala bekerja tak banyak diapresiasi, ikhlaskan diri untuk tidak berhenti menjalankan fungsi.

Jika setelah membaca tulisan ini sahabat Stora jadi terinspirasi, semoga jadi tergelitik untuk menyusun rumus MATI-nya sendiri. Dengan demikian, mudah-mudahan akan lebih banyak lagi bermunculan aura inspiratif di sekitar kita.

Yuk, berbagi kiat biar imun tubuh selalu kuat.

ak/14 Oktober 2020

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..

Open chat