Mark Manson bilang, “Pilih medan juang Anda…”

 

Salah satu motto booster saya adalah ‘karena mau jadi mampu’.

                  Ini bukan tentang kekuatan kehendak atau omong kosong tentang keuletan semata, ini semacam charger of spirit. itu sepertinya senada dengan ungkapan ‘no pain no gain’ yang maksudnya kira-kira tidak ada yang bisa didapat tanpa perjuangan. Yes, hidup ini adalah perjuangan, bukan peruntungan, meskipun keberuntungan terkadang datang mengejutkan, Alhamdulillah.

                  Tak perlu bermuluk-muluk dengan makna perjuangan. Menjadi sosok yang tidak mudah bergantung pada orang lain saja sudah merupakan wujud manusia berjuang. Berjuang atas keyakinan dan kekuatan sendiri. Meyakini bahwa hidup kita itu kita yang punya, mana mungkin kita serahkan kepada orang lain sebagai navigatornya. Bahagia dan sukses itu kita yang usahakan, dan Tuhan yang menentukan.

                 Kebahagiaan dalam hidup bukan tentang meraih apa yang diinginkan, tetapi bagaimana kita mampu mengelola medan juang yang kita tentukan sendiri. Misal saja, soal menemukan pasangan hidup, konon banyak orang yang merasa lebih membuncah bahagianya ketika mampu mendapatkan hati sang pujaan dengan segenap perjuangan dan berbagai pengorbanan, dibanding dengan dipilihkan hingga naik ke pelaminan. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau dipilihkan jodoh pun bisa bahagia luar biasa, apalagi jika yang menyunting adalah sultan, wow…

                Mark Manson dalam bukunya ‘Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat’ (2019), menuliskan bahwa setiap orang ingin hidup riang gembira, mudah dan senang. Jatuh cinta lalu menikah, merasakan seks yang luar biasa, terlihat sempurna dan berduit, populer, dihormati, dan dikagumi. Namun sejatinya, ada yang lebih menarik untuk ditanya kepada setiap diri, “Apa yang membuat Anda rela berjuang?” Pertanyaan ini tampak seperti faktor yang sangat menentukan menjadi apa hidup kita nantinya. Dari perjuangan Anda itu.

                Jika kita tidak berani menentukan medan juang kita sendiri, Anda akan menjadi makhluk yang sulit bergerak, sulit berubah, sulit menerima masukan, pokoknya serba sulit, karena Anda lebih banyak berandai, bermimpi dan tidak bangun-bangun dari tidur Anda. Wahai sahabat Stora, kebahagiaan apapun butuh perjuangan, karena kebahagiaan itu sendiri tumbuh dari masalah yang dapat kita selesaikan. Kegembiraan hati tidak keluar sendiri dari tanah seperti biji pepaya yang disebar lalu tumbuh menjadi pohon pepaya dan berbuah.

               Tak terkecuali dalam dunia kerja di sektor pemerintahan, karena pegawai “rutin” digaji lalu kita hanya menunggu datangnya awal bulan saja. Bergeraklah, tentukan medan juang Anda dan kelola hingga membawa hasil yang bermakna untuk instansi Anda. Yakin, itu akan sangat membahagiakan. Selamat berjuang aparatur negara, semangat wujudkan negeri ini maju dan bermartabat. Mulai dari diri kita, dari hal sederhana, dan jangan banyak menunda niat-niat mulia. (antiK/8 September 2021)

 

Bagikan ..
  •  
  •  
  •  
  •  

Noor Fatimah

Bagikan ..
  •  
  •  
  •  
  •  

Open chat