Lima Strategi Menjemput Impian

Anti Kesuma -

Kalau dulu Wright Bersaudara bermimpi pengen bisa terbang lalu mencipta pesawat terbang, lalu impian kamu apa? Mungkin masih ada orang-orang yang berpendapat:

~Gak punya mimpi

~Maleslah, ngapain juga ngimpi-ngimpi, yang nyata-nyata aja

~Hidup itu ngga usah ngoyo, jalanin aja, jangan ngimpi

~Apalah arti sebuah mimpi

 

Ya, selintas mimpi memang seperti sebuah khayalan, angan-angan yang diawang-awang. Tapi tak berlebihan jika kita energize hidup kita dengan mimpi-mimpi yang besar. Untuk apa?! Setidaknya untuk kita bangun dari tidur. Karena mimpi dikatakan mimpi jika kita sudah bangun dari tidur.

Tahun 2019 tengah semester ini di beberapa LPMP memang sedang diriuhkan dengan geliat menuju institusi berpredikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Ini semua demi mewujudkan sebuah mimpi mulia. Bukan tentang lolos perolehan predikatnya, namun lebih pada pemenuhan tanggung jawab institusi terhadap kepuasan pelanggannya. Hal tersebut karena LPMP adalah instansi pemerintah yang memiliki peran melayani masyarakat. Berikut daftar kontestan yang diajukan kesiapan pembangunan ZI-WBK dan WBBM-nya:

 

ZI-WBK

WBBM

LPMP DKI Jakarta

LPMP Bangka Belitung

LPMP Bali

LPMP Kalimantan Barat

LPMP Kalimantan Timur

LPMP Sumatera Selatan

LPMP Lampung

LPMP Riau

LPMP Sulawesi Tengah

LPMP Jawa Tengah

LPMP Jawa Timur

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana kesiapan LPMP DKI Jakarta meretas mimpinya lolos memenuhi predikat ZI-WBK? Berikut ini adalah paparan singkat tentang konsekuensi dan strategi dalam pembangunan ZI-WBK.

 

Apa Konsekuensi sebagai Institusi Berpredikat  ZI-WBK?

ZI-WBK bukanlah hal baru dalam dunia kerja ASN. Apa yang dicetuskan di dalam ZI-WBK adalah sesuatu yang sudah kita lakukan. Hanya permasalahannya, apakah kita melakukannya dengan baik dan benar serta didukung barbuk alias bukti pendukung. Konsekuensi utama dari menyandang predikat ZI-WBK adalah semua aktivitas yang kita lakukan memiliki rekaman/dokumentasi yang baik dan mendapat apresiasi memuaskan dari pelanggannya.

Contoh:

Sebagai ASN kita semua dituntut untuk menyusun SKP setiap tahunnya. Pertanyaannya, apakah pelaksanaan SKP itu sudah diukur secara baik dan benar? Apakah SKP tersebut sudah nyata menghasilkan output kerja seperti yang direncanakan? Ataukah semua itu hanya sebatas pemenuhan dokumen administrasi sebagai syarat pencairan si Tukin (tunjangan kinerja)?

Pembangunan ZI-WBK mendorong setiap ASN-nya memiliki budaya kinerja yang positif. Bekerja tidak asal bekerja, namun memahami output dan outcome yang dapat diberikan pada lembaga. Dan menjadi ASN yang “sungkan” menerima Tukin tanpa berkarya nyata.

Lima Strategi Sukses Membangun ZI-WBK

KemenpanRB merekomendasikan 5 strategi untuk pembangunan ZI-WBK. Berikut ini adalah upaya-upaya yang telah dilakukan LPMP DKI Jakarta dalam pembangunan ZI-WBK, meliputi 5 langkah strategi sebagai berikut:

1.  Komitmen

    • Sosialisasi internal dan eksternal melalui media konkrit seperti papan komitmen, banner, dan pin;
    • Pembentukan sarana komunikasi, diskusi dan sinergi antar pimpinan dan seluruh staf, seperti: apel pagi, tanjidor (tanya jawab, diskusi dan koordinasi), serta jumat bergelora);
    • Berkomitmen untuk terus mempertahankan prestasi sebagai UPT peraih 10 besar skor SAKIP terbaik di lingkungan Ditjen Dikdasmen 4 tahun berturut-turut:
        • Tahun 2015 (Skor BB=72,38),
        • Tahun 2016 (Skor BB=78,52),
        • Tahun 2017 (Skor BB=79,15),
        • Tahun 2018 (Skor A=80,41), dan
        • Target 2019 (Skor A dengan nilai di atas 81)

 

 

2.  Kemudahan Pelayanan

      Terkait pemenuhan layanan yang memuaskan, Subbag Umum yang dipimpin oleh Kasubbag Bapak Syamsul Arifin, melakukan upaya-upaya peningkatan mutu layanan melalui:

    • Perbaikan dan melengkapi sarpras;
    • Penyediaan informasi terkait layanan melalui saluran informasi online dan offline dengan membentuk ULT;
    • Pembinaan SDM layanan sesuai standar pelayanan.

3.  Program yang Menyentuh Masyarakat

    • Mengembangkan program top down yang berhasil menebar virus SPMI yang dipimpin oleh Kasi PMS Ibu Upi Purnamasari dan mengemban misi sekolah berbudaya mutu yang dipimpin oleh Kasi FPMP Ibu Rina Harjanti;
    • Menciptakan inovasi perluasan capaian sasaran fasilitasi antara lain melalui kegiatan pusling (perpustakaan keliling), aksi peduli sosial pascagempa di Lombok Utara dan Banten. Adapula kegiatan kerja sama dengan masyarakat seperti olah raga dan kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual, serta pembentukan Bank Sampah di bawah koordinasi Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta. Dan sedang merintis pelestarian budaya lokal melalui Festival Silat Tradisi dan Gerakan Mensukseskan Literasi bersama Media Guru.

4.  Monitoring & Evaluasi

    • Aktif membuat terobosan dalam cara peningkatan pengelolaan kinerja, dengan bimbingan Unit Pembina di Kemdikbud;
    • Komit dalam menindaklanjuti rekomendasi dari hasil monev guna perbaikan dan peningkatan mutu kinerja.

5.  Manajemen Media

      Aktivitas penerapan media dipimpin oleh Kasi SI Bapak Widyatmo yang telah mengupayakan:

    • Web lembaga aktif, informatif dan terintegrasi dengan informasi dari Kemdikbud, Disdik dan mitra pendidikan lainnya;
    • Pemanfaatan medsos Facebook, Instagram, Twitter yang proporsional;
    • Membuat terbitan berkala yang aktif: Jurnal Pendidikan dan Buletin.

Uraian  singkat tersebut di atas adalah gambaran ringkas tentang geliat LPMP DKI Jakarta untuk memenuhi impian menjadi lembaga pemerintah yang mampu memberi layanan yang memuaskan masyarakat. Jadi upaya dikatakan upaya, jika kita sudah bergerak untuk melakukan aksi nyata.

Salam Perubahan!
LPMP DKI Jakarta, berintegritas dan berkualitas!

 

    Selamat datang di LPMP DKI Jakarta