Kemeriahan Pekan Pendidikan Dan Kebudayaan Dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional

Ditetapkannya tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya pendidikan di negeri ini. Penetapan Hardiknas dilatarbelakangi oleh sosok yang memiliki jasa luar biasa di dunia pendidikan Indonesia, yaitu Ki Hadjar Dewantara  yang nama aslinya adalah Suwardi Suryaningrat  lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Peringatan Hardiknas yang diselenggarakan setiap tanggal 2 Mei tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang kelahiran Ki Hadjar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional, namun lebih merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan patriotisme dan nasionalisme seluruh insan pendidikan.

LPMP DKI Jakarta sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikbud turut memperingati Hardiknas dengan melaksanakan “Pekan Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019” yang bertema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.  Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hardiknas yang diselenggarakan di Provinsi DKI Jakarta. Terdapat 8 (delapan) UPT di Provinsi DKI Jakarta, yaitu: Museum Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Galeri Nasional, Museum Basoeki Abdullah, P4TK Bahasa dan LPMP DKI Jakarta yang saling bahu membahu dan bekerja sama menyelenggarakan serta memeriahkan berbagai kegiatan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 di Provinsi DKI Jakarta. Tujuan dari kegiatan ini adalah menguatkan kembali komitmen seluruh insan pendidikan di provinsi DKI Jakarta tentang penting dan strategisnya peran pendidikan anak bangsa bagi peradaban dan daya saing bangsa.

Lebih dari 500 orang undangan ikut memeriahkan kegiatan ini yang berasal dari berbagai unsur, yaitu: Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, TNI AD, Kepolisian dan Tokoh Masyarakat di lingkungan Kecamatan Jagakarsa, Guru, Komite Sekolah/Orang Tua dan Siswa dari jenjang SLB, SD, SMP/MTs, SMA dan SMK di Provinsi DKI Jakarta.

Kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.Dr. Muhadjir Effendy, M.AP disambut dengan marawis dan petasan betawi yang merupakan khas budaya betawi dalam menyambut tamu kehormatan. Tak luput ambil bagian adalah para siswa siswi sekolah dasar yang membuat pagar betis menghantar bapak menteri beserta  jajarannya, dan pejabat eselon dari LPMP  DKI Jakarta hingga Mitra Nusantara, gedung tempat acara pembukaan dilaksanakan. Acara pembukaan dimulai  dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 1 Stansa yang diiringi oleh permainan angklung dari SLB A Pembina DKI Jakarta dengan penuh Hikmat. Sebuah lagu daerah dari Sumatera Barat Kambanglah Bungo juga ditampilkan oleh siswa-siswi ini dengan angklungnya yang tak kalah memukau.

“Pembangunan Indonesia saat ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur. SDM Guru yang sudah ada dimaksimalkan karakter dan kemampuan mendidiknya mulai dari tingkat yang terendah yaitu guru PAUD hingga jenjang pendidikan atas yaitu SMA/SMK.

Dengan demikian maka guru tersebut akan mendidik siswa-siswinya dengan karakter-karakter baik dan siswa akan menjadi manusia-manusia berkarakter dan akan menjadi pemimpin di masa Indonesia Emas nantinya”, demikian sambutan Pak Menteri. Selanjutkan Pak Menteripun membuka kegiatan ditandai dengan pemukulan gendang sebagai  tanda bahwa rangkaian acara memeriahkan Hari Pendidikan Nasional di LPMP DKI Jakarta  dimulai, selanjutnya penyerahan secara simbolis sumbangan buku dari Provisi Education  kepada Kepala Sekolah SLB A Pembina dan SDN Pondok Pinang 10.

Setelah  memberi sambutan Pak menteri disuguhkan oleh tampilan Tari Yapong dan Gama Gandrung dari siswa siswi SMPN 239 dan SMAN 81 Jakarta. Tak mau ketinggalan staf LPMP berkolaborasi dengan atlit Pamur binaan LPMP DKI Jakarta dengan opera Tablo berjudul “si Pitung”. Rangkaian kegiatan Pembukaan ditutup dengan atraksi silat Pamur dan penampilan Gambang Kromong dari SDN Pondok Pinang 10.

Sebelumnya, Kepala LPMP DKI Jakarta, Surya Fitri Nurulhuda, S.E, M.Si menyampaikan sekapursirihnya dengan mengemukakan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi  Pameran dan Bazar Buku Pendidikan (Zakura), Ngobrol Publik, Kelas Inspirasi, Kelas Dongeng, Kelas Saya Anak Anti Korupsi dengan aneka doorprice yang dapat menjadi penyemangat dan penambah kemeriahan perayaan Hari Pendidikan Nasional ini.

  1. Pameran dan Bazar Buku Pendidikan;
    Kegiatan ini bertujuan untuk menyajikan program-program pendidikan yang ada di DKI Jakarta, serta untuk percepatan Gerakan Literasi Nasional melalui bazar buku murah (zakura).  Pameran ini diikuti oleh UPT di lingkungan Kemdikbud, program dan kegiatan-kegiatan unggulan LPMP DKI Jakarta, DWP (Dharma Wanita Persatuan) LPMP DKI Jakarta dan penerbit-penerbit anggota IKAPI, diantaranya Mizan, Erlangga, Gramedia,
  2. Ngobrol Publik;
    Kelas Ngobrol Publik merupakan rangkaian kelas aktivitas dalam perayaan Hardiknas 2019 di LPMP DKI Jakarta mengusung tema: Tujuh Kemampuan Dasar Penunjang Kesuksesan Generasi Zaman Now Pembicaranya sangat komunikatif, Pak Ading (Adlil Umarat) seorang Childhood Optimizer Trainer. Situasi dan kondisi kelas sangat hidup karena beliau membawakan materi dengan cukup banyak aktivitas di kelas, dengan mengajak peserta bermain, dan menampilkan video-video menarik yang mengajak peserta untuk dapat menarik insight dari video tersebut. Kelas yang dihadiri oleh 200 orang terdiri dari guru dan sebagian besar siswa-siswa SMA/ SMK dan dipandu oleh Ani Purwati dari LPMP DKI Jakarta.Secara ringkas pembicara membahas tentang Tujuh Kemampuan Dasar yang dapat menunjang kesuksesan:

    • Focus and Self Control (Fokus dan Kontrol Diri)
    • Persspective Taking ( Mengambil Sudur Pandang)
    • Communicating (Komunikasi)
    • Making Connections ( Membuat Hubungan)
    • Critical Thinking ( Berpikir Kritis)
    • Taking on Challenges ( Berani mengambil tantangan)
    • Self-Directed, Engaged Learning ( Arahan diri, Terlibat dalam Pembelajaran)

    Dengan diutarakannya ketujuh kemampuan penunjang kesuksesan oleh nara sumber ini diharapkan ini akan menjadi bekal untuk siswa-siswi yang hadir dalam mengambil keputusan dan menentukan kesuksesan masa depan mereka.

  3. Kelas Inspirasi;
    Penguatan gerakan literasi menjadi ruh dari kelas ini, sebagai upaya untuk menumbuhkan bibit-bibit penulis yang literat dengan tema “mengapa perlu menulis buku”. Kelas Inspirasi, yang merupakan rangkaian kelas aktivitas dalam perayaan Hardiknas 2019 di LPMP DKI Jakarta mengusung tema inspiratif: “mengapa perlu menulis buku?”Pembicaranya super inspiratif, Bapak Mohammad Ihsan, beliau adalah Founder & CEO MediaGuru yang memiliki blog guru terbesar di Indonesia, Gurusiana.

    Kelas yang diburu oleh 40 guru dan siswa dari jenjang SMP, Mts, SMA dan SMK yang ingin tahu tentang seluk-beluk penulisan buku ini dipandu oleh staf LPMP DKI Jakarta, Anti Kesuma, yang juga alumni Pelatihan SAGU SABU (Satu Guru Satu Buku) Jakarta VI dari MediaGuru. Secara ringkas pembicara mengemas informasi inspiratif bahwa menulis dapat dilakukan oleh siapa saja, langkah pertamanya adalah temukan (dulu) alasan kuat mengapa harus menulis. Ada beragam motivasi yang terjaring mengapa guru ingin menulis buku, antara lain:

    • Kenaikan pangkat
    • Uang/royalti
    • Popularitas
    • Legacy
    • Berbagi inspirasi
    • Menyuarakan kebenaran
    • Menyebarkan ilmu, dsb

    Mengutip kalimat pak Ihsan “Sejak ada MediaGuru, mendadak bermunculan guru-guru penulis baru, seperti jatuhnya buliran salju dari langit” berharap kelas inspirasi yang diadakan LPMP DKI Jakarta ini dapat menginspirasi untuk semua guru terus menulis sehingga buliran salju itu dapat menjadi air yang mengalir terus hingga ke muara.

  4. Kelas Dongeng;
    Nasionalisme dapat dilahirkan dari rasa cinta anak bangsa terhadap budayanya sendiri. Maka kegiatan kelas dongeng menjadi salah satu upaya untuk memajukan kebudayaan melalui tema “mengenal budaya dengan cerita daerah”. Pendongeng  di kelas dongeng ini, Kak Dini dan Kak Ijah  telah mengemas kegiatan dengan atraktif, interaktif dan menyenangkan bagi siswa SLB dan SD yang mengikutinya. Waktu 2 jam serasa kurang untuk menikmati dongeng dan read aloud dengan judul Berlatih Silat dan Kisah Kampung angsa. Banyak hal yang didapat oleh siswa siswi SD dan SLB pada kegiatan ini, selain mengenal cerita rakyat, mereka juga dapat lebih akrab dengan kegiatan dongeng sebagai salah satu kegiatan literasi yang selain membangun rasa nasionalisme juga dapat membangun karakter baik dari tokoh-tokoh dalam dongeng tersebut.
  5. Kelas Saya Anak Anti Korupsi;
    Penguatan pendidikan karakter merupakan agenda penting dalam pendidikan anak bangsa, salah satunya dengan membangun budaya antikorupsi, khususnya di lingkungan sekolah/madrasah.  Pada kelas ini kegiatan  untuk materi di sampaikan oleh Heni Mulyani, widyaiswara LPMP yang juga Agen SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) dengan memberikan sosialisasi tentang tentang  9 Nilai Dasar Anti Korupsi bagi Anak, yang disingkat JUJU BERSEPEDA KE TAMAN (JUJUr – BERani – SEderhana – PEduli – Disiplin – Adil – KErja keras – TAnggung jawab – MANdiri).

Selain itu diulas juga 7 perbuatan utama korupsi, yaitu :

  • Merugikan keuangan negara.
  • Suap
  • Penggelapan dalam jabatan.
  • Pemerasan (paksaan mengeluarkan uang).
  • Perbuatan curang.
  • Benturan kepentingan dalam pengadaan.
  • Gratifikasi.

Kelas yang dipandu dengan penuh kasih sayang oleh Agen SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi), yang lain  Ibu Kingkin yang  juga ibu ketua Darma Wanita LPMP DKI mengajak seluruh peserta untuk menonton video anti korupsi dan permainan anti korupsi  Majo Yunior.  Dengan kelas ini diharapkan karakter anak-anak bangsa ini lebih terbangun untuk terus berkarakter jujur dan menjauhi tindakan korupsi.

 Pukul 16.00 seluruh peserta dari  kelas menuju tempat akhir penutupan acara yaitu Gelora Insan Mandiri (GIM), dengan membawa sejumlah pengalaman yang baru mereka dapatkan. Mungkin ada beberapa siswa yang lebih bahagia dari siswa yang lain karena mendapatkan doorprice dari kuis atau permainan yang disajikan pembawa acara  dalam kelas. Sebelum pulangpun LPMP DKI Jakarta masih memberikan Hadiah Utama yaitu berupa Laptop, Printer dan 2 buah tab. Antusias peserta masih besar walaupun dari 4 hadiah utama itu laptop sudah berhasil didapat  Rizki siswa SLBA Pembina  melalui undian ssetelah acara pembukaan selesai. Untuk ketiga undian hadiah utama inipun akhirnya diraih oleh siswa SD, SMP dan seorang PPNPN LPMP DKI Jakarta.

Semua peserta pulang dengan membawa banyak ilmu baru… semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk semua… Tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk kemudian hari. (dsl)

 

 

 

 

    Selamat datang di LPMP DKI Jakarta