Jika hari terasa buruk…

 

 

Tinggalin aja hari, panggil sari

Gitu aja kok repot

Upss… bercanda!

 

                   Hari-hari kita nggak selalu nyaman di hati, menenangkan pikiran dan bersahabat dengan keinginan. Kadang-kadang irama kehidupan terasa harmonis, nge-beatnya enak banget, nge-rock pun terasa powerful nggak bising acakadul. Tapi adakalanya musik kehidupan nadanya betul-betul bikin emosi, terlalu melengking atau malah fales. Bikin sakit kepala.

                  Bayangkan ketika kopi yang kita teguk terlalu pahit dengan pisang goreng yang keasinan, diberondong tagihan utang kerjaan dan utang cicilan. Butuh seseorang untuk cerita, tapi mereka belum tentu ada. Butuh uluran bantuan, tapi kelu mau menyampaikan. Tak berani berharap walau sekedar rangkulan dengan bisikan, “Tenang bro… kita nggak sendirian hidup di dunia”. Sontak, menerbitkan senyum harapan.

                  Benar, kesendirian ataupun perasaan ‘seperti sendiri’ itu sering menggiring pada kondisi baper yang kelebihan. Seolah semua perkara hidup ini harus ditanggung sendiri. Hei manusia, tidak ingatkah kalian bahwa sejak brojol ke dunia hingga tutup usia kita dibersamai orang-orang? Maka tak semestinya saat menjalani hidup itu kita selalu merasa mampu sendiri atau harus menyendiri. Ada hak orang lain dalam diri kita, begitupun ada kewajiban orang lain kepada kita. Alam ini sudah membentuk simbiosis itu. Don’t worry be happy.

                  Namun satu hal yang perlu kita pahami, sudahkah kita adil dalam memperlakukan hari-hari? Tak hanya ingin menerima dari orang lain tapi memberi juga. Tak hanya mengharapkan mimpi menjadi nyata tapi berusahalah. Bukan hanya meratapi persoalan tapi pecahkanlah solusinya. Jika mungkin harimu sedang terasa buruk, mungkin Tuhan sedang cemburu padamu yang lupa kamu cintai. Luruskan kembali langkahmu pada-Nya, pada tujuan hidup yang hakiki. Semoga perasaanmu ditentramkan, pikiranmu diterangkan dan langkahmu diselamatkan. (antiK/24 Novemober 2021)

 

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..

Open chat