JANGAN (SUDAH) LECEK DI AWAL!

Percaya nggak dengan kekuatan sugesti?

Mungkin banyak yang percaya, mungkin juga tidak sama sekali. Sebenarnya ini hanya soal bagaimana kita memfungsikan kepekaan hati dan keyakinan atas kekuatan dari pikiran positif.

Ada mereka yang hatinya begitu peka pada sentuhan peristiwa-peristiwa di sekitarnya,
Ada mereka yang hatinya teramat tangguh alias tak mudah terbawa-bawa suasana,
Ada juga mereka yang mungkin tak tahu hatinya merasakan apa…

Membaca KBBI versi V Kemendikbud, sugesti memiliki arti pengaruh dan sebagainya yang dapat menggerakkan hati orang dan sebagainya, dorongan. Yup, kata kuncinya ada pengaruh dan bersifat mendorong. Maka, agar terdorong pada hal-hal yang positif maka banyak-banyaklah berpikir positif. Begitu kira-kira penalaran Stora. Berikut contoh sepenggal sugesti untuk membangun semangat kerja yang kontributif untuk institusi:

  • Baguskan niat, minimalnya mengawali dengan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing;
  • Baguskan rencana adalah menetapkan apa-apa yang perlu dilakukan beserta skala prioritasnya;
  • Baguskan cita-cita/tujuan akhirnya maksudnya mengerti apa yang hendak dicapai;
  • Baguskan semua atribut pendukungnya, artinya menyiapkan seluruh materi pendukung untuk merealisasikan rencana yang disusun.

Lalu? Serahkan hasilnya pada Sang Penentu takdir manusia. Sebab manusia hanya bisa berupaya, dan Tuhan yang menentukan hasilnya.

Hampir di segala hal, memupuk keyakinan positif dapat melapangkan langkah kita dalam beraktivitas/bekerja. Sebaliknya, jika belum apa-apa pikiran sudah keburu lecek duluan, macam baju yang nggak ketemu setrikaan, maka tenaga dan kreativitas seringnya menyusut, hilang dalam pikiran. Ada beberapa tips untuk membunuh perusak semangat, yakni:

  1. Pakailah pakaian terfavoritmu saat mengawali hari yang terkadang ‘mendung’;
  2. Sesekali keluar sebentar dari kebiasaan/rutinitas yang bikin jenuh;
  3. Temuilah kawan terbaikmu saat hati dilanda gundah;
  4. Lakukan sesuatu yang kamu tahu akan menyenangkan orang lain ketika riang sedang tenggelam, konon bahagia datang saat kita dapat membahagiakan orang lain.

Tak kalah pentingnya, dengarkan apa kata hatimu, penuhi maunya. Tidak melulu terjebak untuk selalu mengikuti apa yang diharapkan oleh lingkungan sekitar kita, karena hatimu perlu juga diurus dengan kesungguhan.

ak/10 Februari 2020

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..

Open chat