Fotoku Bercerita!
Uswatun Hasanah, SE, M.Ak

Kesan apa yang Anda tangkap saat melihat foto di samping ini?

“Suasana rapat?”

“Bimtek tatap muka?”

“Keseriusan peserta memperhatikan narsum?”

Berbagai persepsi bisa bermunculan, dan jika sebagian besar orang bisa dengan tepat mendeskripsikan arti foto sesuai dengan maksud fotografer, berarti foto tersebut telah mampu “berbicara”

Foto berbicara adalah foto yang mampu menangkap momen, kondisi, ekpresi sehingga dapat menggambarkan tujuan dari pengambilan gambar tersebut.

Selain itu, foto harus bisa menangkap sudut yang unik dan berbeda dari suatu alur kegiatan sehingga estetik dan tidak membosankan.

Mengingat foto menjadi bagian yang sangat penting dalam mengisi konten di media sosial, maka fungsi Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi yang menjadi Koordinator Pelayanan Publik dan Publikasi melaksanakan Kegiatan Pelatihan Publikasi dan Fotografi pada tanggal 29 November s.d. 1 Desember 2021.

“Kamera terbaik adalah kamera yang kita miliki.” Pesan narasumber Radit dari Tiga Mata. Oleh karenanya peserta kegiatan sebanyak 17 orang dilatih menggunakan kamera ponsel yang dimiliki masing-masing dan memanfaatkan fitur-fitur yang ada dengan maksimal.

Berikut beberapa trik yang disampaikan oleh narasumber untuk menghasilkan foto yang estetik:

1. Aktitkan setingan grid line pada kamera

Memudahkan penempatan objek foto. Posisi terbaik berada di dua pertiga dari grid line tersebut.

2. Bersihkan kamera

Jika hasil gambar tampak buram dan berbayang, kemungkinan lensa kamera kotor, karenanya harus rajin dibersihkan ya!

3. Siapkan skenario foto

Tidak hanya naskah, skenario foto juga harus ditetapkan sehingga foto-foto diambil sesuai dengan urutan skenario atau alur cerita yang diinginkan.

4. Tunggu momen yang tepat

Seperti mengungkapkan isi hati, foto juga harus dapat mengcapture momen-momen yang tepat sehingga ekspresi maupun sisi unik dapat tertangkap. Namun karena momen tersebut tidak dapat diprediksi, maka ambil saja foto sebanyak-banyaknya sehingga tidak ada momen yang terlewat.

5. Ambil angle atau sudut foto yang unik

Foto dengan cara pengambilan posisi dari bawah, samping, atas akan menimbulkan efek dramatis selain cara pengambilan gambar yang terlalu mainstream.

6. Objek binatang, fokuskan pada mata!

Mata binatang menjadi fokus utama untuk menghasilkan foto dengan ekspresi yang kuat.

7.  Arsipkan foto sesuai waktu dan kategori

Kelemahan fotografi biasanya ada di pengarsipan. Klasifikasikan foto yang diambil sesuai waktu dan kategorinya sehingga memudahkan ketika akan diupload untuk mengisi konten di media sosial.

8.  Berikan jeda sebelum upload

Tahan euphoria keinginan untuk segera mengupload hasil jepretan yang sudah dianggap keren maksimal. Beri waktu sejenak untuk cooling down sehingga dapat memilih foto-foto dalam suasana hati yang telah netral.

9.  Tetapkan fokus utama dan pendukung

Jika terdapat beberapa objek dalam satu frame, maka pilih salah satu objek yang menjadi gambar fokus sementara foto yang lain bisa lebih blur.

10.  Manfaatkan Cahaya

Atur intensitas cahaya sebelum mulai memotret. Efek gelap akan memberikan suasana misterius dan dramatis, sedangkan efek terang menujukkan keceriaan.

Demikian, beberapa trik yang didapatkan selama kegiatan. Proses belajar tidak boleh terhenti hanya sebatas teori, ilmu yang diperoleh harus digunakan, sehingga meningkatkan kemampuan menangkap momen, mengatur cahaya, mencari sudut yang unik sehingga bisa mendapatkan foto-foto terbaik.

Terus berlatih ya sahabat

Bangkitkan imajinasi

Tangkap setiap ekspresi

Karena setiap momen takkan terganti

Dengan hasil fotoku ia terekam abadi.

 

Ruang Melati, LPMP Provinsi DKI Jakarta__

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..