Fasilitasi Penerapan Model-Model Pembelajaran Inovatif

Ati Rosidah, PTP LPMP DKI Jakarta -

Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbud telah mengembangkan model –model pembelajaran inovatif yang dapat diakses di web http://sibatik.kemdikbud.go.id/inovatif/. Dalam upaya untuk menyosialisasikan model-model pembelajaran  inovatif tersebut, maka pada tanggal 28 Januari 2020 telah dilaksanakan Fasilitasi Penerapan Model-Model Pembelajaran Inovatif kepada para Kepala Seksi, Kasubbag, widyaiswara, PTP dan fungsional umum di lingkungan LPMP DKI Jakarta yang berjumlah 60 orang. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Mitra Nusantara dan dibuka secara resmi oleh Kepala LPMP DKI Jakarta, Moch. Salim Somad, S.Kom., M.Pd.

Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan keterampilan tentang penerapan model-model pembelajaran inovatif  diantaranya Model Pembelajaran Flipped Classroom, Model Pembelajaran Dicovery-Inquiry Learning, Model Pembelajaran Project Based Learning, Model Pembelajaran Blended Learning dan Model Pembelajaran Games.

Kegiatan Fasilitasi Penerapan Model-model Pembelajaran Inovatif ini merupakan kerjasama antara Pusdatin dan LPMP DKI Jakarta, dan bertindak sebagai fasilitator adalah Dr. Abi Sujak, M.Sc dan Didik Suhardi, Ph.D (PTP Madya Pusdatin) dan fasilitator dari PTP LPMP DKI Jakarta.

Materi yang disampaikan pada kegiatan fasilitasi ini adalah teori dan sintaks model pembelajaran inovatif meliputi Flipped Classroom, Dicovery-Inquiry Learning, Project Based Learning, Blended Learning dan Games. Dalam penyampaian materi fasilitasi strategi yang ditempuh melalui pembekalan teori dan praktik, peserta bekerja dalam kelompok untuk praktik menerapkan sintaks pembelajaran inovatif tersebut.

Secara umum penjabaran materi tentang model-model pembelajaran inovatif adalah sebagai berikut:

  • Flipped Classroom (kelas terbalik): (1) Di rumah, siswa melihat video gurunya yang mengajar, (2) Materi dipelajari di rumah, (3) datang ke kelas menerapkan/mempraktekkan hal-hal yang dipelajari di rumah, (4) siswa belajar untuk dan oleh diri sendiri, (5) peran aktif yang tinggi dari siswa, (6) pembelajaran tatap muka lebih interaktif, dan (7) siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil.
  • Dicovery-Inquiry Learning: (1) stimulus (rangsangan), (2) perumusan masalah, (3) pengumpulan data, (4) pengolahan data, (5) verifikasi, dan (6) pembuatan simpulan
  • Project Based Learning: (1) pengenalan masalah, (2) mendesain Perencanaan Proyek, (3) penyusunan Jadwal Proyek, (4) pelaksanaan dan monitoring proyek, (5) menguji hasil (presentasi) Proyek, dan (6) evaluasi dan refleksi
  • Blended Learning: (1) pencarian informasi (Seeking of information), (2) Perolehan informasi (Acquisition of information), dan (3) Sintesa pengetahuan (Synthesizing of knowledge)
  • Games: (1) eksplorasi, (2) elaborasi dan (3) konfirmasi

 

Dalam menerapan model-model pembelajaran inovatif tersebut guru dan siswa dapat memanfaatkan sumber-sumber belajar yang tersedia dari Kemdikbud diantaranya Portal Rumah Belajar yang dapat diakses melalui laman http://belajar.kemdikbud.go.id, dan TV Edukasi yang dapat diakses melalui laman https://tve.kemdikbud.go.id/.

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..