Evaluasi untuk Bikin Resolusi

 

Pada akhirnya, semua akan berakhir pada waktunya, dan yang tinggal adalah sisa dari perpisahannya. Menjadi sempurna ketika hikmah berbuah jadi ikhtiar ke depannya.

Selamat tinggal.
Goodbye.
Dag. Tot Ziens.
Auf wiedersehen.
Au revoir.
Sayoonara.
Ma’as salaamah.

 Pandemi sudah bersama kita 10 bulan ini, bermula sejak Maret 2020 lalu. Corona datang tak bersalam, tak berwujud namun memporakporandakan seisi dunia. Sedunia orang diserang luka jiwa, meredam resah tanya hati sampai kapan ini semua harus dihadapi. Namun, keyakinan menguatkan kita, bahwa setiap ujian akan berakhir pada waktunya, dan setiap musibah akan melahirkan pelajaran baru bagi siapa saja yang mau berpikir.

Evaluasi itu senafas dengan introspeksi

Berdoa agar wabah Covid-19 segera berlalu adalah semangat yang pantang dibuyarkan. Semakin kita ikhlas pada keadaan, semakin lapang dada menerima kenyataan. Mestinya semakin terang pula dalam menuai pelajaran dan membuat keputusan-keputusan.

Bukan hanya berdoa, namun setiap musibah hendaknya menjadikan tambahan energi untuk berpikir solusi. Musibah hendaknya dipahami pesan moral di dalamnya. Bukan hanya melaluinya tanpa melakukan evaluasi/introspeksi dari perjalanan takdir yang menyapa diri.

KBBI:
evaluasi ~penilaian, pengamatan, proses untuk menemukan nilai
introspeksi ~peninjauan atau koreksi diri

Jika Tuhan mengizinkan, akhir pandemi diharapkan dapat menjadi titik kesadaran untuk melakukan terobosan dan perbaikan-perbaikan di segala elemen dunia, yang semata-mata demi kehidupan yang lebih baik dari kemarin. Bagaimana cara melakukan evaluasi ataupun introspeksi? Setidaknya ada 3 langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan sebuah evaluasi, yakni:

  1. Memahami setiap aktivitas yang telah dilakukan
  2. Mengidentifikasi pencapaian baik dan gagalnya
  3. Menyusun langkah perbaikan/peningkatan untuk masa yang akan datang

Resolusi hasil evaluasi

Bagaimana ketika hasil evaluasi diri sudah tersusun? Ada 3 hal yang dapat dilakukan yakni:

  1. Mempelajari hasil evaluasi
  2. Menetapkan skala prioritas kepentingan
  3. Menyusun perencanaan perbaikan, peningkatan dan terobosan

Haruskah lembaran hidup yang baru dibuatkan resolusinya? Jawabnya tidak harus. Tetapi jika dibuat akan jadi lebih bagus karena memjadikan kita melangkah lebih jelas di tahun-tahun berikutnya.

KBBI:
resolusi ~putusan, kebulatan pendapat, pernyataan, pengukuran

Mengakhiri tahun

Tutup tahun bukan semata tentang pesta, terompet dan kembang api, tetapi menyiapkan catatan-catatan dari kalender yang sudah berganti. Menyiapkan diri dengan serangkaian resolusi untuk menyongsong tahun berikutnya dengan lebih berarti.

Begitupula jika pada waktunya wabah Covid-19 sudah berlalu, yang tersisa dari perpisahan dengan pandemi janganlah hanya ingatan tentang cuci tangan, menjaga jarak dan pakai masker. Namun bisa diinventarisir temuan-temuan inovatif dan kreatifnya yang bisa dilanjutkan sebagai modal hidup yang lebih baik.

“Karena ujian hidup untuk menguji kita, bukan menyiksa, maka temui makna terbaiknya”

ak/23 Desember 2020

 

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..

Open chat