DWP LPMP Provinsi DKI Jakarta: “Peringatan Hari Ibu sebagai Momentum Bersama untuk Mengajak Wanita Berdaya Memajukan Indonesia”

Dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sub Unit Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), mengajak semua perempuan Indonesia menjadi perempuan berdaya untuk memajukan Indonesia.

Untuk membangun semangat dan mewujudkannya sebagai momentum bersama, pada tanggal 23 Desember 2021, DWP Sub Unit Ditjen Diktiristek Kemdikbudristek menyelenggarakan  seminar “Perempuan Berdaya Indonesia Maju” yang diselenggarakan secara luring dan daring.  Untuk penyelenggaraan secara luring dilaksanakan di Gedung D lantai 2 Kemdikbudristek, Komplek Kemdikbudristek, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Penyelenggaran kegiatan secara daring melalui zoom meeting. Adapun peserta pada kegiatan seminar ini merupakan pengurus dan anggota DWP di perguruan tinggi akademik, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, satuan kerja, maupun unit pelaksana teknis di bawah Ditjen Diktiristek, serta DWP di lingkungan Kemendikbudristek, termasuk di dalamnya DWP LPMP Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan luring diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan peserta seminar yang hadir wajib melalui pemeriksaan Swab Antigen dengan hasil negatif.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Penasehat DWP Kemdikbudristek, Franka Makarim, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran dan pengorbanan seorang Ibu akan terus memberikan makna bagi generasi yang akan datang, serta sangat diperlukan dalam mewujudkan keluarga tangguh, serta anak-anak yang tumbuh dengan internalisasi nilai dan semangat Pancasila. Beliau juga menjelaskan enam profil pelajar pancasila yang harus ada pada anak Indonesia yang menuntut peran aktif para ibu untuk mewujudkannya.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemdikbudristek, Nizam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran Ibu sangat penting dalam pendidikan di lingkungan keluarga. Beliau memandang bahwa pendidikan yang paling utama adalah pendidikan di lingkungan keluarga yang dilakukan Ibu, dan mengajak peserta seminar untuk memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Perempuan memiliki peran serta dalam mencetak generasi-generasi unggul yang pada akhirnya membawa pada kemajuan Indonesia.

Sejalan dengan tema yang diangkat pada acara seminar ini, Ketua DWP Kemdikbudristek (Teti Aminudin) menyampaikan bahwa DWP hadir sebagai wadah para pegawai perempuan dan istri ASN untuk meningkatkan serta mengembangkan potensi diri dalam melaksanakan tiga peran sekaligus yaitu sebagai pendidik keluarga, pendamping suami, dan sebagai anggota masyarakat yang juga mempunyai tanggung jawab sosial, memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

Selanjutnya, Ketua DWP Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek (Saraswari Nizam) optimis bahwa Ibu Indonesia mampu menjalankan perannya di era revolusi industri 4.0 yang kian menantang. Beliau berpesan untuk peserta seminar agar perempuan harus cerdas, berilmu, berkepribadian, berbudi pekerti, pendidik yang baik bagi putra-putrinya, istri yang berbakti bagi suaminya, mandiri secara ekonomi untuk diri dan keluarga, bermanfaat bagi sosial kemasyarakatan, serta menjaga martabat perempuan Indonesia.

Acara ini menghadirkan narasumber perempuan Indonesia yang berdaya luar biasa yaitu Pendiri Elzatta (Elidawati Ali Oemar) dan Pakar Neuroparenting Skill (Aisah Dahlan).  Kedua narasumber hadir untuk lebih memperkuat tema seminar yang diangkat sesuai dengan keahliannya masing-masing.

   

Elidawati Ali Oemar yang merupakan pengusaha sukses berbagi pengalamannya dan berdiskusi dengan hangat dengan para peserta tentang “Peran Perempuan dalam Kemandirian Ekonomi Keluarga”. Selanjutnya Aisah Dahlan berbagi ilmu dan berdiskusi tuntas kepada peserta seminar terkait “Peran Penting Ibu dalam Membangun Keluarga Tangguh di Era 4.0”. Beliau mengupas tuntas tema tersebut terutama dari sisi  Neuropsikologinya.

Kegiatan ditutup dengan penampilan seni, kuis, dan pembagian doorprize melalui aplikasi roda berputar. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta seminar menjadikan peringatan Hari Ibu sebagai semangat dan momentum untuk berdaya dalam mencetak generasi tangguh yang pada akhirnya akan berujung pada kemajuan Indonesia. (Nurfa).

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..