Data yang Valid sebagai Bahan Informasi Publik

Kata “data” berasal dari bahasa Yunani “datum” yang berarti fakta, dan di dalam kamus bahasa Inggris ditulis dengan “data”. “Data” yang digunakan dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Inggris tersebut, tetapi harus diingat, “data” dalam bahasa Inggris sudah bersifat majemuk, karena tidak ada kata “datas” dalam bahasa Inggris. Sehingga tidaklah tepat bila kita menuliskan kata data yang dimajemukkan, seperti data-data, kumpulan data, dan sejenisnya.

Data menggambarkan sebuah representasi fakta yang tersusun secara terstruktur, dengan kata lain bahwa “Generally, data represent a structured codification of single primary entities, as well as of transactions involving two or more primary entities.” (Vercellis, 2009: 6). Selain deskripsi dari sebuah fakta, data dapat pula merepresentasikan suatu objek sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Data adalah nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event)“.

Informasi merupakan sesuatu yang dihasilkan dari pengolahan data. Data yang sudah ada dikemas dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna. Informasi merupakan suatu hasil dari pemrosesan data menjadi sesuatu yang bermakna bagi yang menerimanya, sebagaimana dikemukakan oleh Vercellis (2009: 7) “Information is the outcome of extraction and processing activities carried out on data, and it appears meaningful for those who receive it in a specific domain.” Selain merupakan hasil dari pengolahan data, informasi juga menggambarkan sebuah kejadian, sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) dengan lebih berguna dan lebih berarti“.

Berdasarkan pengertian dari Data dan informasi di atas yang disampaikan oleh salah seorang pemateri pada kegiatan Workshop Penyusunan Bahan Informasi Publik yang diadakan di Hotel Kristal pada tanggal 5 s.d. 7 Desember 2019 maka LPMP DKI Jakarta berupaya terus mengkaji data yang ada di LPMP DKI Jakarta dan bersumber dari DAPODIK. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala LPMP DKI Jakarta, Moch.Salim Somad, S.Kom, M.Pd ini bertujuan untuk menyusun daftar informasi yang dapat dipublikasikan, menyusun buku analisis data pendidikan tahun 2019 dan menyusun video profil lembaga.

Untuk mencapai tujuan ini dihadirkan narasumber yang kompeten pada bidangnya yaitu Dr. Mul Amri, S.Pd, M.Pd dari BKLM Kemdikbud, Yusuf Rohmat, M.T dan Oneng Wahyu Panuju, S.Kom dari Setditjen Kemdikbud serta Arie Arnest, SS dari Organisasi Internasional Al Azhar Cabang Indonesia yang kompeten dalam hal membuat video profil.  Semua materi yang disampaikan diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari staf Sistem Informasi LPMP DKI Jakarta, perwakilan tiap seksi dan subbag umum, PTP serta widyaiswara yang langsung maupun tidak langsung menjadi sumber data.

”Dengan penyajian data yang menarik dan informatif didukung dengan pemahaman terhadap bagaimana informasi informasi dapat dipublikasikan diharapkan ke depannya Seksi Sistem Informasi dapat selalu menyajikan dan menginformasikan data yang valid dan selalu terbarukan”, demikian disampaikan oleh Widyatmo, M.Pd selaku Kasi Sistem Informasi LPMP DKI Jakarta.
Bicaralah dengan data yang benar, maka kita akan menjadi yang terdepan (DSL)

Bagikan ..

Eyoni Maisa

Bagikan ..