CURAHAN HATI WANITA BERKEBAYA…

memang ini pekerjaan rumit, tapi barang siapa tidak berani, dia tak bakal menang. Itulah semboyanku! Maju! Semua harus dilakukan dan dimulai dengan berani!”.

(Novel Fiksi: Panggil Aku Kartini Saja, Pramoedya Ananta Toer, 1962)

Dari ilustrasi singkat tentang semangat Kartini di atas, jelas dapat dirasakan bahwa emansipasi yang digaungkan kepada kaum wanita utamanya adalah tentang keberanian dan kegigihan berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, bukan tentang mendulang karir, apalagi bersaing dengan para pria. Semangat Kartini yang dituangkan dalam surat-suratnya untuk sahabat-sahabatnya di Belanda berisi perlawanan yang bisa menyadarkan pembaca akan jalan pikiran Kartini.

Emansipasi terwujud dalam kebebasan mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya, kesetaraan hak dalam bermasyarakat dan bernegara serta keterbukaan dalam ruang berkarya.

“Wahai wanita abad digital, setelah berpendidikan tinggi, mau apa lagi?”

 Seringkali pertanyaan itu menghinggapi pikiranku. Menantang ruang intelektualku, dan menggelitik nurani wanitaku.

Tantangan hidup di abad digital adalah fokus pada tujuan memanfaatkan teknologi dan digital. Tidak terjebak dengan asyiknya berselancar di media sosial, update status dan menebar komen “kurang berisi” di akun media-media sosial. Teknologi pintar sebaiknya dimanfaatkan untuk menjadi semakin pintar.

Dapat digarisbawahi, bahwa teknologi menjadi bermanfaat jika digunakan secara bijak dan pintar. Kehadirannya disambut dengan pemikiran-pemikiran positif yang optimis. Dipilih untuk tujuan-tujuan kebaikan bagi kehidupan di muka bumi ini. Bukan teknologi yang diterima hanya sebagai ruang senda gurau saja, apalagi sampai menggerus waktu tanpa menghasilkan manfaat yang berarti. Sungguh, hal tersebut adalah suatu kerugian besar jika tidak segera diobati.

Demikian Kartini mengajarkan para wanita berpikir luas terbuka untuk berkiprah sesuai tuntutan jamannya. Menghidupi hidup ini dengan kehidupan yang bermanfaat. Mencukupi diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Agar menjadi pribadi-pribadi yang menorehkan tinta emas kebanggaan bagi negeri tercinta ini.

Tidak ada lagi alasan bagi wanita untuk tidak dapat berbuat banyak bagi kehidupannya. Tidak ada lagi wanita-wanita yang tertindas hak intelektualnya. Kesempatan sudah terbuka lebar, kita hanya tinggal memilihnya, untuk berani membuat perubahan ke kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

 

ak/28 April 2021

 

 

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..

Open chat