Cukupkan aku dengan-Mu…

Lillah karena Allah

Billah dengan pertolongan Allah

Fillah di atas syariat Allah

 

Cukup Engkau saja Yaa Allah,

Hasbunallah…

 

Ahh… syahdunya bucin sama Allah, seromantis itukah ikatanmu pada-Nya?

Jawab dalam hati aja ya gaess, karena kalau jawab di LJK itu soal ujian, kalau jawab di Medsos itu chattingan. Sedang ini cuma secuil cara untuk ngacain diri sendiri, bahasa malihnya ‘introspeksi diri’.

Gimana sih bucin sama Allah?

Sejatinya, Bulan Ramadhan yang selalu dinanti, dirindu, dan dimuliakan oleh seluruh umatnya, hendaknya menuntun hati untuk mencukupkan diri dengan Allah menjadi alasan dan sebab hidup dan matimu. Apa sih refleksi dari sikap sebucin itu sama Allah? Kalau Stora memaknainya dengan selalu merawat bersihnya niat, yakni semua diniatin karena Yang Punya Dunia, bukan cari pujian apalagi demi persenan. Cukup Allah yang menjadi landasan setiap ucap dan perilaku. Semoga Allah ridho padamu, Insyaa Allah…

Kenapa bucin cuma sama Allah aja?

Dunia yang cuma panggung sandiwara kata Godbless, betul-betul nggak layak untuk digantungin sejuta harapan. Menggantungkan harapan pada isi dunia, manusia dan segala perhiasan fana dunia, sangat melelahkan hati yang sia-sia. Tapi jika bergantungnya hanya kepada Allah, hati ini bagai diselimuti ketenangan. Tak jadi lelah yang bikin hati mudah patah. Sungguh, cukup Allah yang menjadi sandaran hidupmu. Semoga Allah menjaga selamatmu, Insyaa Allah…

Semoga Ramadhan ini menjadikan kita orang-orang yang semakin bertaqwa, menjaga setiap ibadah bernilai ikhlas dan benar. Diawali dengan saling bermaafan dan meniatkan diri menjadikan Ramadhan ini lebih baik dari yang kemarin. Biidznillaah…

Ramadhan Kareem.

Mohon maaf lahir dan Batin. Salam.

 

ak/14 April 2021

 

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..

Open chat