Bimbingan Teknis Penyusunan Praktik Baik Peningkatan Mutu Pendidikan Tahun 2021
Asyih Yuniesti, S.Pd

Mampu menuangkan praktik baik ke bentuk tulisan adalah sesuatu yang mungkin meskipun tidak semudah membalikan tangan. Dengan bekal semangat dan keinginan yang besar untuk mengabadikan hasil praktik baik yang telah dilakukan melalui sebuah tulisan, peserta kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Praktik Baik Peningkatan Mutu Pendidikan Tahun 2021 sangat antusias selama mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga waktu yang disediakan selama 3 hari secara daring yaitu tanggal 16, 17 dan 20 November 2021 sangat dirasakan kurang bagi para peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru jenjang TK, SMP, SMA, dan SLB.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (Muh Roji, M.Pd). Dilanjutkan dengan arahan dari Kepala LPMP DKI Jakarta (Mohamad Salim Somad, S.Kom., M.Pd). Selain membuka kegiatan Bapak Muh Rozi juga menjadi narasumber dengan mengusung materi Kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tentang Pengembangan Kompetensi Pendidik. Materi tersebut sejalan dengan kebutuhan peserta terhadap informasi kenaikan pangkat yang dirasakan lamban dalam pemrosesan dan kesulitan pendidik membuat karya tulis untuk kenaikan pangkat dari IVa ke IVb.

Kegiatan Bimtek ini dipandu oleh Tim Media Guru yang terdiri dari M. Ihsan sebagai Pemimpin Umum, Eko Prasetyo sebagai Pemimpin Redaksi, dan Pipit Puji Astutik, M.Pd., M.M sebagai Instruktur Nasional. Kombinasi antara teori, praktik dan konsultasi melalui Zoom Meeting dan  aplikasi WhatsApp  menyemarakan kegiatan yang dilakukan secara daring.

Selama kegiatan peserta diajak untuk memahami konsep penyusunan praktik baik dan perbedaan antara karya tulis ilmiah dengan non ilmiah. Untuk menghidari plagiarisme, peserta diberi latihan tentang mengecek plagiarisme menggunakan aplikasi Plagiarsm Checker. Sedangkan untuk aturan mencantumkan kutipan tulisan orang lain atau dikenal dengan istilah Sitasi atau Sitiran diperkenalkan beberapa software. Selain itu, peserta juga dibimbing oleh tim fasilitator tentang Teknik Parafrasa yaitu kemampuan menulis ulang ide atau gagasan orang lain dengan kata-katanya sendiri dan ditampilkan dalam bentuk yang baru.

Diakhir kegiatan, acara ditutup oleh Koordinator Fungsi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kemitraan Penjaminan Mutu Pendidikan (Widyatmo, M.Pd).  Sebagai penutup, Eko Prasetyo, membekali peserta dengan kalimat yang sangat menarik yaitu “Yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi

 

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..