Berkebun di Kantor? Siapa Takuuut …!

Dini Pratiwindya -

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi telah memberikan kemudahan manusia melakukan aktivitas kesehariannya, di sisi lain dikhawatirkan dapat menyebabkan  ‘electronic addiction’ atau kecanduan elektronik.  Orang-orang mampu duduk berlama-lama di depan layar seperti televisi dan smart phone untuk mengakses beragam informasi, bahkan kebutuhannya sehari-hari dalam satu genggaman. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya aktivitas dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Untuk memberikan natural balance atau penyeimbang alami maka manusia membutuhkan kegiatan di alam. Apalagi bagi para pegawai yang bekerja sehari-hari dengan menggunakan berbagai perangkat elektronik, membutuhkan keseimbangan. Semakin canggih teknologi yang kita gunakan, maka semakin kita membutuhkan alam.

Lalu bagaimana caranya agar para pegawai dapat berinteraksi dengan alam dan  menyeimbangkan kehidupan digitalnya? Urban farming atau pertanian kota yang sedang booming saat ini adalah salah satu jawaban. Berkebun hidroponik sebagai bentuk urban farming sangat cocok dilakukan di daerah perkotaan dengan lahan terbatas. Cara ini juga cocok untuk diperkenalkan sebagai kegiatan di perkantoran.

Berkebun hidroponik merupakan teknik menanam  tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.  Ada beragam media tanam yang dapat digunakan dalam berkebun hidroponik diantaranya sekam bakar, cocopeat atau serbuk kelapa, rockwool atau serat batuan dengan menambahkan larutan nutrisi tanaman. Tidak perlu takut kotor karena berkebun yang satu ini tidak perlu bergelimang dengan tanah dan cacing tanah. Tidak perlu cangkul karena tidak perlu menggemburkan tanah.

Berkebun hidroponik di perkantoran merupakan hal yang menarik dan menguntungkan. Kegiatan ini selain mampu menghijaukan lingkungan perkantoran, juga dapat menciptakan kenyamanan di lingkungan kerja. Disamping itu, berkebun hidroponik juga mampu menghasilkan tanaman sehat yang dapat dikonsumsi dan bernilai ekonomis. Meskipun cara berkebun sayuran ini terbilang modern, namun untuk melakukannya tidak memerlukan biaya yang tinggi, karena dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar. Oleh karena itu, LPMP DKI Jakarta mengadakan workshop Berkebun Hidroponik Sebagai Sumber Belajar Urban Farming di LPMP DKI Jakarta pada tanggal 27 dan 28 Juni 2019. Dipandu oleh narasumber dari SMKN 63 Jakarta, Ibu Riska Noviana, S.P. dan Dini Pratiwindya, PTP LPMP DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung dengan menyenangkan dibarengi antusias dari seluruh peserta yang berjumlah 25 orang, terdiri dari PNS dari beberapa Seksi dan Sub Bagian Umum dan PPNPN LPMP DKI Jakarta.

Kegiatan ini membekali peserta tentang cara berkebun hidroponik sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan bekas yang ada di sekitar kita; melatih peserta melakukan penyemaian bibit sayuran, mengenal berbagai sistem hidroponik, diantaranya sistem wick/sumbu, DFT, NFT, Drip, aquaponik dan aeroponik; memindahkan benih ke dalam sistem hidroponik; menakar larutan nutrisi hidroponik (AB Mix), membuat rak sistem hidroponik; dan cara merawat sayuran hidroponik hingga panen.

Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menambah keindahan dan kenyamanan lingkungan LPMP DKI Jakarta dan memberikan pengalaman baru serta dapat menjadi sumber belajar tentang urban farming di perkantoran. Jadi, BERKEBUN DI KANTOR?  SIAPA TAKUUUT ….!

   

   

    Selamat datang di LPMP DKI Jakarta