Bereskan pagimu!

(katanya) bersyukurlah jika kita jadi orang pertama

yang disapa di pagi hari

dan dirindu saat malam menghampiri

 

ak-kutipan roman recehan

         Pernah ngga seharian merasa gabut? Ngga mood, ataupun semrawut?. Rasanya seperti tak beres di sana-sini, seperti kehabisan energi, dan waktu berlalu, tapi target-target aktivitas bagai semu. Kesal entah pada apa. Hari serasa berantakan dan tak bermakna.

         Banyak sebab yang dapat menjadi alasan mengapa seseorang merasa harinya seperti kelabu. Mungkin karena kelelahan, mungkin karena sedang tertimpa musibah, atau mungkin juga karena kebiasaan-kebiasaan yang tidak mendukung pada pencapaian kontribusi.

         Eh, kok bahas-bahas kontribusi sih?! Ya, kita hidup itu membawa beragam peran, salah satunya sebagai kontributor. Jika bukan sebagai kontributor bagi orang lain, ya minimal kontributor bagi hidup kita sendiri. Hidup kita, kitalah yang menjalani, maka isilah dengan aktivitas-aktivitas yang menghasilkan kontribusi baik yang nyata bagi lingkungan kita. Mulai dari keluarga, tempat kerja, masyarakat, hingga negara.

        Memulai sesuatu yang besar dimulai dari langkah yang kecil-kecil. Membangun sesuatu yang tinggi, diawali dari pondasi. Artinya, mencapai hal-hal yang megah harus berani bergerak mulai dari yang remah-remah. Bisa jadi, menyepelekan dan menunda-nunda sesuatu yang dirasa sederhana, adalah pangkal cita-cita besar tinggal menjadi wacana. Berawal dari suka menunda berujung jadi batal total.

        Kenali apa yang menjadi hambatan dalam mengembangkan potensi diri, lalu berani menyusun strategi untuk mengatasinya. Tips Stora untuk menjaga stabilitas ritme aktivitas seharian adalah dimulai dengan membereskan pagi. Kenapa dengan pagi? ibarat kendaraan, kalau sistem pemanasan mesinnya berjalan baik sejak awal, lajunya akan lebih nyaman kemudian. Ada dua hal yang bisa dicobakan untuk membereskan pagi kita, yakni:

  • Bangun tidur, segera rapikan tempat tidur

Tempat tidur dan lingkungan kamar yang rapi kembali setelah digunakan istirahat pada malam hari, memberi efek yang menenangkan pandangan, minimal kerapian ini membuat kita tidak terdorong untuk tidur lagi. Sayang kan, kain spreinya sudah licin.

  • Mandi pagi sesegera mungkin

Tubuh yang terguyur air menyebabkan seluruh ujung-ujung syaraf tubuh serasa meletup, dan otak meresponnya sebagai tanda siap menjalani aktivitas. Kantuk hilang, pikiran terang, ide-ide bermunculan bagai tak bisa dihadang.

           Kedua hal di atas sepertinya sepele, tapi jujur, keduanya cukup berat bagi saya pribadi untuk tertib dan konsisten menjalaninya. Tak jarang aktivitas-aktivitas lain menyerobot perhatian, seperti membaca pesan-pesan WA dulu, leyeh-leyeh dulu, sarapan dulu, mantengin TV jika sedang ada isu, dan lain-lain, yang akhirnya waktu termakan oleh kegiatan yang kurang kontributif.

          Payahnya, dengan rasa tak bersalah merasa diri kekurangan waktu. Padahal, yang kurang itu kemahiran mengelola waktunya. Yang kurang itu kesadaran diri mengefektifkan kegiatan-kegiatan rutinnya. Yang kurang itu kemauannya untuk berubah. Jangan salahkan waktunya. Orang sukses di belahan bumi manapun, modal waktunya sama, 24 jam. So, tentukan cara terbaik mengawali harimu.

 

Ini pagiku, bagaimana pagimu?

Selamat berjuang teman, bikin urip tetap urup. (antiK/22 September 2021)

 

Bagikan ..
  •  
  •  
  •  
  •  

Noor Fatimah

Bagikan ..
  •  
  •  
  •  
  •  

Open chat