Belajar Bersama dalam Jaringan: “Matematika Mudah dan Menyenangkan untuk Anak Berkebutuhan Khusus”
Oktora Melansari, S.Sos, MA

Matematika berkaitan erat dengan seluruh aktivitas manusia.  Hampir semua aspek kehidupan terkait dengan hitungan matematika. Namun, bagi sebagian siswa, matematika adalah pelajaran yang sulit, terlebih pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Perlu pemahaman tersendiri untuk mengenalkan matematika dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Demikian tema yang diangkat pada Belajar Bersama dalam Jaringan (BerBaRing), Jumat 8 April 2022 disajikan oleh narasumber Wahidin Darwis, M.Pd (Dosen Pendidikan Matematika, UHAMKA) dipandu oleh moderator Ani Purwati, M.Pd (PTP LPMP Provinsi DKI Jakarta) secara daring.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa ABK adalah Anak-anak yang mengalami penyimpangan, kelainan, atau ketunaan dalam segi fisik, mental, emosi ataupun sosial. Pembelajaran matematika pada ABK harus disesuaikan dengan ketunaannya. Ada cara-cara tertentu yang mudah dan menyenangkan melalui berbagai variasi permainan yang dapat diperkenalkan pada ABK sesuai dengan kebutuhannya.  Sebagai contoh, tentang pemahaman bentuk segitiga dengan cara menyebutkan aneka  kue atau makanan berbentuk segitiga, atau bisa juga dengan menggunakan pantun, atau lagu bertema segitiga, sehingga anak akan menjadi lebih mudah paham dan mengingatnya.

Contoh lain pada ABK Tunanetra yaitu anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian:

  • Mereka mempergunakan kemampuan peraba dan pendengaran sebagai saluran utama dalam belajar.
  • Mempunyai sedikit persepsi cahaya, persepsi bentuk, atau sama sekali tidak dapat melihat.
  • Menggunakan huruf Braille sebagai media membaca.
  • Memerlukan latihan orientasi dan mobilitas.

Dalam memberikan pembelajaran matematika maka digunakan:

  • Mediasi pesan melalui indera, misalnya dengan cara bernyanyi lagu matematika, permainan tembak angka atau melalui gerakan (tinju bilangan)
  • Peraba, dengan Sentuhan (bentuk geometri) atau Memegang (benda untuk operasi bilangan)
  • Sulit memahami konsep ruang, arah [atas, bawah, di sini, di sana, kurang lebih], dan massa.
  • Matematika lebih mudah dipelajari dengan VISUALISASI

Masih banyak lagi jenis ketunaan lain yang memiliki spesifikasi tersendiri dalam memberikan pemahaman terhadap mata pelajaran matematika, tentunya dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Materi demi materi dijelaskan dengan sangat jelas dan sangat menarik, yang kemudian dilanjutkan diskusi interaktif yang diikuti secara antusias oleh para peserta yang berjumlah lebih dari 250 orang dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Kep. Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Papua, dan lain-lain.

Sungguh sebuah karunia

Atas kehadiran AaBeKa

Yakinlah mereka merubah dunia

Dengan kecerdasan matematika

Untuk mengetahui lebih lanjut anda dapat menyaksikannya kembali pada tayangan video di kanal youtube di link: http://www.youtube.com/watch?v=OVi7b1IqUEs

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..