B A C A d e h…

            Ada waktu dimana kita terkadang terkurung pada situasi dan kondisi yang entah mau dibilang apa, entah mau dihalau dengan bagaimana, rasanya tuh…

sedih, namun tak ada duka lara yang terjadi

Seperti kalut, namun tak sedang didera masalah

Atau seperti galau, padahal tak sedang memilih apa

Makan tak enak, tidur juga tidak nyenyak

           Gambaran situasi perasaan di atas adalah kode bahwa jiwa sedang dehidrasi. Ia butuh jeda sejenak dari riuhnya aktivitas dunia, dan diberi asupan yang tentram mendamaikan. Ya, jadilah sosok yang mudah berdamai dengan diri sendiri. Berhenti sejenak jika lelah, jangan paksa jiwa raga maraton terus setiap saat.

          MEMBACA. Yup, membaca cukup efektif sebagai pilihan cara penghiburan. Buku-buku yang cocok oleh situasi yang sedang dirasakan seseorang, dapat menjadi salah satu obat penawar rasa gundah. Teman baik untuk move on dari melempem-nya gairah beraktivitas. Emang bisa?! Bisa, karena rangkaian kata-kata yang mampu mengusap peluh lelah jiwa adalah sahabat gundah yang ramah. Tulisan-tulisan dapat menasihati dan menyemangati, sehingga membacanya adalah sebuah kebutuhan hati.

          Baiknya, jadikan membaca itu bukan sebagai hobi. Yakinlah, dengan membaca kita akan jalankan hidup ini dengan lebih berenergi. Membaca dapat memperkaya ilmu bagi diri, dan pastinya dengan membaca kita juga bakal punya modal untuk berbagi beragam wawasan. So, mari kita cetarkan budaya membaca ini, seperti Tiktok yang jadi gandrung di segala lapisan.

          Pilih bukumu, ini salah satu yang jadi favoritku, berjudul “Sejenak Jeda dari Letihnya Dunia” yang ditulis oleh @abun_nada. Buku ini bukan buku pelajaran agama, meski di dalamnya berisi kisah-kisah keseharian yang diselaraskan dengan nilai-nilai baik dan tuntunan agama. Buku ini kontennya renyah dan bergizi. Paduan antara komik dengan prosa-prosa motivasi dan inspirasi. Tidak menggurui, pastinya tidak menambah penat diri.

          Ada satu kisah yang dicerita dalam buku “Sejenak Jeda dari Letihnya Dunia”, yang meski singkat namun terasa begitu “berdaging” untuk dikudap, berjudul -Bijak-. Umumnya, ketika membaca petuah tentang bijak, Saya terbayang sesuatu yang berkaitan dengan usia, terkesan milik orang-orang tua. Namun, buku yang berisi kombinasi antara narasi dan komik ini membawa angin teduh dari pelukan beban hidup yang buat jiwa ini gerah.

 

B.I.J.A.K

Dia yang pernah terperosok dalam kubangan nista, tak akan membiarkan orang lain jatuh pada lubang yang sama. Maka, bisa jadi, seseorang yang begitu gigih berbagi nasehat pada kita, bukan karena dia alim dan bijaksana. Tapi, semata-mata karena berharap kita tak sampai mengalami musibah yang sama dengannya.

 Itulah cinta… (@abun_nada, hal: 52-53)

 Baca lengkap deh bukunya, asyikkk…

 

ak/25 Agustus 2021

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..

Open chat