AKSI SI MONAS “Kegiatan Peningkatan Literasi Sains Melalui Layanan Inovasi Si Monas”
Ijah Rochimah,S.Pd

Kali ini LPMP Provinsi DKI Jakarta berkesempatan terlibat dalam kegiatan peningkatan literasi sains melalui inovasi layanan Mobil Pendidikan Semua Pintar Sains (Modis Pisan). Modis Pisan salah satu program unggulan dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Bandung, yang mencoba berinovasi dengan mengemas sains menjadi bidang studi yang menarik dan menyenangkan. Layanan ini pun berupaya menghapus anggapan bahwa sains itu sulit dan membosankan melalui praktek-praktek IPA terapan sederhana dengan penggunaan alat dan bahan yang bisa kita temui dalam keseharian, seperti air, garam, soda, cuka dan lainnya. Demo-demo praktek IPA disampaikan dengan menarik dan interaktif oleh guru-guru DKI dan narasumber dari LPMP Provinsi DKI Jakarta.

Layanan inovasi Modis Pisan dirintis pada tahun 2017, berangkat dari hasil survei terkait pembelajaran IPA kepada 5.531 orang guru dan 26.399 peserta didik di seluruh Indonesia. Hasil survei menunjukan banyak permasalahan yang dialami peserta didik maupun guru. Harapan dari peserta didik adalah pembelajaran agar dilengkapi dengan kegiatan praktik dengan materi yang tidak rumit. Peserta didik pun masih menganggap IPA sulit dikarenakan banyaknya rumus yang harus dipelajari, hitungan, juga materi yang harus dihafal. Selain itu, pembelajaran IPA masih menekankan pada penguasaan konsep dengan pendekatan matematis, belum menekankan pada proses investigasi ilmiah dan kemampuan nalar berbasis kontekstual.

Dari hal-hal tersebut terdapat beberapa penyebab permasalahan yang ada dalam pembelajaran IPA, yaitu (1) Pemanfaatan laboratorim belum optimal, (2) Tingginya muatan konsep dan pendekatan matematis, (3) Motivasi siswa rendah, (4) Keterampilan proses belum terlihat, dan (5) Pemahaman materi belum optimal.

Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, PPPPTK IPA berupaya untuk melaksanakan peningkatan kompetensi. Pengembangan programnya tidak lepas dari fokus kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Modis Pisan merupakan inovasi kreatif yang tengah dikembangkan oleh PPPPTK IPA untuk membakar semangat peserta didik dan masyarakat untuk mempelajari sains secara instan. Menghadirkan pengalaman dengan berbagai konsep sains yang menarik, menyenangkan, di mana saja, kapan saja, dan untuk siapa saja. Modis Pisan dirancang dengan sentuhan hiburan yang mendidik untuk memicu keingintahuan peserta didik dalam mempelajari sains.

Upaya agar penyebarannya lebih luas, maka PPPPTK IPA melakukan sinergi dengan lembaga lain, yaitu Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), salah satunya LPMP Provinsi DKI Jakarta, juga dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta melalui satuan pendidikan dari semua jenjang yaitu, SMA, SMP dan SD. Dalam tahun berjalan, layanan ini bersinergi dan berkolaborasi, nama atau istilah Modis Pisan pun dapat disesuaikan dengan misi, budaya dan kearifan lokal sekolah tersebut. Tim DKI Jakarta memakai istilah “Si Monas”. Yang memiliki arti Literasi Sains Modern dan Asyik. Istilah Monas akan cepat mengingatkan kita akan Kota Jakarta, di mana salah satu ciri khasnya adalah adanya Monumen Nasional (Monas).

Pelaksanaan kegiatan “Si Monas” antara lain di SMAN 13  pada 20 Desember 2021, SDN Pondok Bambu 14 pada 21 Desember 2021, dan SMPN 258 pada 22 Desember 2021. Aspek konsep dan muatan ada pada PPPPTK IPA sebagai penyelenggara, sedangkan LPMP dan unsur guru sebagai media atau fasilitator agar tujuan inti dari program ini dapat tercapai.

   

Salah satu keseruan saat pertunjukan sains di jenjang SMP adalah saat dilaksanakannya empat percobaan, yaitu Roket, Uang Ajaib, Lahar Gunung, Balon dan Tulisan Ajaib. Percobaan ini diperagakan dengan sangat menarik oleh fasilitator dari LPMP dan unsur guru. Di tengah-tengah kegiatan, ditampilkan juga unjuk kreasi seni seperti menyanyi, menari, berpuisi, dan juga pantomim yang merupakan persembahan dari siswa-siswi berprestasi dari peserta kegiatan Si Monas. Kegiatan ini diikuti 50 orang siswa di setiap jenjangnya.

Antusias siswa lebih terlihat saat praktik secara individu. Percobaan-percobaan yang dilakukan siswa sendiri nampaknya meninggalkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Di penghujung kegiatan masih ada kegiatan menonton film bersama. Energi para siswa ini tak pernah habis, masih saja antusias dan bersemangat saat diberi beberapa pertanyaan, dan diminta untuk memberikan reviu singkat tentang film yang ditayangkan.

Literasi Sains ternyata memang sangat menyenangkan. Literasi Sains Semua Pintar Sains.

 

 

Bagikan ..

Noor Fatimah

Bagikan ..